"JUVE, SAYA BILANG SCUDETTO!"
"Hati saya masih tetap hitam-putih dan saya Juventino.
Saya akan segera kembali ke Turin, saya harap untuk bersulang."
Mantan penyerang Bianconero, sekarang di Sevilla: "Para Juventini membuatku tersentuh. Di masa depan saya tidak melihat diri saya di Italia dengan jersey lain."
"Momen dari 2015? Memenangkan scudetto. Tapi juga sukses di Coppa Italia dan Supercoppa." Fernando Llorente terbenam dalam petualangannya bersama Sevilla, namun kenangan pada warna hitam-putih tetap kuat.
Tidak menyebut final Liga Champions?
Kompetisi Eropa memang menarik, itu benar. Tapi sedih rasanya tiba sampai di sana dan kalah, walaupun yang kami hadapi Barcelona. Untuk karakter lebih baik melihat ke depan ke final berikut.
Bersama Sevilla petualangan di Champions sudah tertutup. Tapi Anda mencetak gol ke gawang Juve: apakah Anda mengingat kembali tandukan itu?
Beberapa detik setelah gol itu saya merasa senang mengingat awal musim saya bersama Sevilla tidak mudah, tapi kemudian saya merasa sedih karena mencetak gol melawan mantan skuad saya. Makanya saya tidak merayakan gol seperti biasa.
Setelah pertandingan saya berada di ruang ganti Juve, di mana mereka membuat banyak lelucon tentang saya. Finis kedua, bagi mereka merupakan suatu pukulan berat.
Juve sekarang menghadapi Bayern...
Juve dalam 2 laga mampu mengalahkan mereka. Di Liga Champions seharusnya tidak menjadi masalah menghadapi tim kuat sekarang. Saya yakin.
Lagi, Anda berbicara sebagai seorang Juventino...
Dalam hati saya akan tetap menjadi Juventino selamanya.
Mustahil melihat Anda di Inter?
Saat saya pikir tentang itu, di Italia saya hanya bisa melihat diri saya dalam seragam Juve.
Lalu di sepakbola kamu tahu bagaimana hal ini berlaku, kamu tidak bisa benar-benar mengatakan tidak akan.
Seberapa Anda menderita atas kepergian di musim panas?
Saya sedih meninggalkan Juve, saya sangat bahagia di Turin. Jika hal itu terserah saya, saya akan tetap tinggal. Klub seperti Juve cuma sedikit di dunia.
Terkejut bahwa fans masih lekat dengan Anda?
Sungguh kebanggaan dan afeksi dari Juventini. Saya tersentuh selama laga Sevilla-Juve.
Inferior dibanding Mandžukić?
Inferior, tidak. Namun kita membicarakan seorang penyerang yang sudah melakukan banyak hal. Bukan tempat saya menilai siapa yang lebih baik atau buruk.
Llorente juga merindukan Morata
Pastinya, saya lebih suka berada di sana bersamanya: kami akrab sekali. Memiliki rekan orang Spanyol merupakan suatu keuntungan. Kami masih sering ngobrol. Saya biasa mengontak Lichtsteiner, Chiellini, Pogba, Marchisio...
Morata di bangku cadangan: apa yang Anda rasakan?
Álvaro bermain lebih sedikit dan itu aneh, jelas bukan waktu yang baik baginya karena tak mencetak gol bagi seorang penyerang memang berat.
Namun yakinlah, gol akan datang. Dia hanya perlu bermain sedikit lebih banyak dan sedikit keberuntungan. Saya harap dia meraih 15 gol.
Morata: masa depannya di Turin atau Madrid?
Itu keputusan pribadi, akan bergantung pada beberapa bulan berikut.
Jika dia kembali ke Madrid, dia akan berjalan terus. Tentu saja Álvaro baik-baik saja di Turin dan di Juventus.
Di tengah bursa transfer Juventus ada juga seorang rekan Anda di Sevilla: Banega.
Dia akan tinggal bersama kami hingga Juni dan lalu memutuskan untuk memperbarui kontraknya atau pergi.
Banega pantas di Juve?
Dia sangat kuat dan memiliki kepribadian hebat. Dia dapat masuk dengan sempurna ke dalam peran yang dulu pernah dipegang Pirlo.
Masih bicara pada Pirlo?
Tidak, tapi teman saya David Villa bilang pada saya dia sangat nyaman di New York. Saya juga belum mendengar kabar dari Tévez. Carlos dan Villa adalah penyerang terkuat yang pernah bermain bersama saya.
Sekarang nomor 1 di Serie A adalah Higuaín atau Pogba?
Paul adalah yang terkuat di antara semua.
Ke mana Pogba akan pergi musim depan?
Dia akan memutuskan di musim panas, akan menjadi pilihan penting untuknya dan untuk Juve.
Paul sadar bahwa di Eropa hanya ada 4-5 klub pada level Juve.
Tentang Dybala Anda bilang: "di musim panas saya sadari bahwa dia fleksibel"
Saya bohong bila saya bilang saya menduga dia akan mencetak 10 gol sebelum natal. Statistik Dybala fantastis: dia bisa menjadi pemain top. Seperti Tévez? Tidak, mereka berbeda. Carlos memiliki kebandelan gila, saya bilang dia unik.
Juve berbeda 3 poin dari posisi pertama...
Gila. Saya mengenal mantan rekan saya dengan baik, mereka kuat. Kini mereka telah menemukan kontinuitas mereka membuat takut Inter, Napoli dan Fiorentina.
Juve tidak akan berhenti, mereka tim yang terbiasa menang. Saya pikir Juve akan memenangkan Scudetto.
Melihat kebangkitan ini, kejutan paling positif Allegri tahun ini atau tahun lalu?
Lebih sulit untuk memenangkan kembali, lebih sulit lagi setelah banyak perubahan. Dan bila itu terjadi saya akan ikut merayakan, baik datang ke Turin maupun dari Sevilla.
Gol sebagai pemain Juve yang paling Anda kenang?
Di Livorno dan di Olimpico melawan Lazio saya mencetak gol yang benar-benar indah.
Gol terberat adalah gol di menit akhir melawan Udinese.
Apa yang Anda temukan kembali di Sevilla?
Kembali ke Spanyol seperti pulang kembali ke rumah. Tapi Turin ada di hati saya. Saya merindukan pasta, es krim gelato dan juga banyak teman.
Hal ini sangat baik bagi istri saya yang sudah memiliki rekan-rekan di rumah sakit.
Tidak berpotensi menjuarai La Liga, apa tujuan Anda bersama Sevilla?
Kami harus membidik zona Europa dan mungkin posisi empat.
Bielsa, Conte, Allegri, Emery: apa yang sama di antara mereka?
Mereka semua bekerja keras demi tim mereka. Saya tidak akan melupakan Conte. Dia menginginkan saya, mendapatkan saya, melindungi saya di awal lalu meroketkan saya dalam keadaan bagus dan semuanya sempurna. Mereka semua terkait tapi mungkin Conte adalah pelatih terbaik yang pernah saya punya.
Kamu lihat: dia akan membuat Italia hebat di Eropa.
Artikel ini merupakan terjemahan dari scan gambar berbahasa Italia di vecchiasignora.com
No comments:
Post a Comment