Jeda musim dingin Serie A menyediakan waktu ideal untuk merefleksikan kiprah tiap klub sejauh ini, dan bagi Juventus, ada banyak hal yang harus dilihat ke belakang.
Sang juara bertahan terseok saat musim 2015/16 dimulai, namun mereka telah kembali ke rel dalam 2 bulan terakhir untuk mempertahankan gelar juara mereka.
Memenangi 7 laga terakhir (@OptaPaolo mencatat Max Allegri telah memenangkan 7 laga beruntun untuk pertama kalinya di Serie A), peningkatan telah dilakukan bukan dalam bagian kecil berkat kesabaran dan keputusan dari Massimiliano Allegri. Namun sang pelatih sendiri dalam sedikit keraguan, timnya dapat berkembang lagi, khususnya setelah kemenangan sulit atas Carpi.
Memenangi 7 laga terakhir (@OptaPaolo mencatat Max Allegri telah memenangkan 7 laga beruntun untuk pertama kalinya di Serie A), peningkatan telah dilakukan bukan dalam bagian kecil berkat kesabaran dan keputusan dari Massimiliano Allegri. Namun sang pelatih sendiri dalam sedikit keraguan, timnya dapat berkembang lagi, khususnya setelah kemenangan sulit atas Carpi.
Hampir kebobolan sebuah gol di waktu tambahan yang akan membuat mereka membuang kemenangan tandang yang sudah di depan mata, Allegri menggunakan wawancara paska-pertandingan untuk menitikberatkan pentingnya menjaga konsentrasi saat musim berlanjut di awal Januari.
"Apa yang terjadi di akhir laga akan menjadi sebuah pelajaran untuk 2016, saat kami perlu untuk menjaga fokus kami lebih baik di menit-menit akhir," katanya. "Sekarang kami punya sebuah jeda yang pantas, setelahnya kami perlu bekerja keras hingga 16 Mei."
Berikut hal-hal yang mungkin dapat membantu Sang Nyonya Tua mencapai sukses di 2016, dengan 3 permohonan Natal bagi Juventus sebagaimana mereka mencoba kembali beraksi dalam bentuk permainan terbaik.
Membalaskan kekalahan awal musim
Juventus kehilangan poin melawan Udinese, Chievo, AS Roma, Frosinone, Napoli dan Inter. Juve akan memasuki tahun baru mengetahui mereka akan menghadapi tiap tim tersebut sebelum akhir Februari dan berharap untuk merebut 6 kemenangan.
Membalaskan performa di paruh pertama musim akan membuat sang juara melangkah besar dalam mempertahankan gelarnya, sesuatu yang dengan senang ingin dilihat oleh semua Juventini.
Masa depan Pep Guardiola dapat mengganggu Bayern München
Ketika Allegri memastikan tempatnya di bangku cadangan Juventus, lawan mereka di Liga Champions sudah mengumumkan pergantian pelatih di mana mantan pelatih Barcelona itu akan digantikan oleh mantan pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti.
Menjamu Bayern München di babak 16 besar Liga Champions tanggal 23 Februari nanti, Juventus akan berharap untuk mengambil keuntungan dari gangguan apapun atau kekacauan yang timbul akibat berita hengkangnya Guardiola.
Álvaro Morata yang sejati
Sementara kejadian di Bayern München bisa membantu Juve, mereka juga akan membutuhkan para pemainnya sendiri untuk berada pada performa terbaiknya jika mereka ingin mengambil kesempatan ini.
Mandžukić telah menemukan bentuk permainannya belakangan ini, dan dia tentunya ingin tampil mengesankan saat melawan bekas klubnya di Allianz Arena (atau yang lebih dikenal dengan nama Fußball Arena München di Liga Champions).
Namun, Allegri juga akan berharap untuk melihat Morata kembali mencetak gol sebelum laga besar tersebut, yang mana si penyerang Spanyol masih bermasalah dengan torehn golnya sejauh ini.
Mantan pemain Real Madrid ini berperan penting pada kampanye Liga Champions musim lalu, tapi dia baru mencetak 3 gol musim ini dan suporter berharap melihat dia segera bersinar sekali lagi.
Sudah mencetak gol di kedua laga semifinal dan final musim lalu, Morata punya bibit bagus untuk meroketkan Juve ke kejayaan, dan melihat dia melakukannya sekali lagi mungkin akan menjadi hadiah Natal terbaik untuk semua.
Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel berbahasa Inggris yang ditulis oleh Adam Digby untuk bleacherreport.com
No comments:
Post a Comment