Pages

Tuesday, December 29, 2015

Analisa Pentingnya Dybala Bagi Juventus


Bisa dibilang Juventus masuk ke jeda musim dingin sebagai tim Serie A dengan kondisi paling menonjol, memenangkan 7 laga liga sebelum musim liburan untuk mendaki ke posisi ke-4 klasemen. Pernah terperosok di posisi ke-14 pada awal musim, I bianconeri jelas telah membuat langkah besar selama 2 bulan terakhir.


Seperti yang pernah didiskusikan sebelumnya, kesabaran dan keputusan yang dibuat Allegri telah menjadi puncak kebangkitan tersebut, namun dia telah dibantu oleh beberapa penampilan impresif dari para pemainnya.

Gigi Buffon tetap istimewa, sementara para pemain baru seperti Alex Sandro dan Juan Cuadrado telah membuat impresi yang kuat, dibantu dengan kualitas efisien dari Claudio Marchisio dan Sami Khedira di lini tengah.

Dengan 2 gol di kemenangan barusan atas Carpi, Mario Mandžukić menggaris-bawahi pentingnya dirinya bagi I bianconeri, namun mungkin pemain di sampingnya di lini seranglah yang telah menjadi figur paling berpengaruh bagi Juventus di musim 2015/16.

Memimpin dengan 10 gol, Paulo Dybala juga sudah membuat 3 umpan yang berbuah gol, dengan cepat menetapkan dirinya sebagai seorang pemain yang sangat diperlukan tim, menyusul kepindahannya dari Palermo.

Menurut situs resmi klub, sang raksasa Turin membayar €32 juta dengan potensi tambahan bonus hingga €8 juta bagi sang penyerang Argentina, dan dia telah mulai membayar kembali investasi tersebut. Tak hanya mencetak gol, dia juga telah menjadi percikan kreatif sebagaimana statistik dari Squawka menunjukkan dia telah menciptakan 34 peluang bersih bagi rekan-rekan setimnya.

Dampak Dybala bahkan makin impresif bila melihat apa yang telah dilakukannya saat sedang mempelajari cara bermain sebuah peran baru, menjelaskan apa perbedaan yang diharapkan Allegri darinya dalam sebuah wawancara dengan Sky Italia awal bulan ini.
"Ketika saya tiba, saya pikir saya akan bermain sebagai seorang penyerang tengah seperti yang saya lakukan di Palermo," kata si pemain lewat situs resmi Juve. "Bos malah meminta saya untuk beroperasi sedikit ke dalam dan terlibat dalam permainan sebanyak mungkin."

Dia jelas telah melakukannya, dengan mungkin kemenangan 2-0 atas Lazio pada Desember mempertontonkan betapa vital Dybala bagi Juve. Mencetak 1 gol menakjubkan dan memaksa bek Santiago Gentiletti membobol gawangnya sendiri, dia dengan sendirian memenangkan laga bagi Juve atas lawan tangguh.

Memang, sebagaimana grafis di cuitan di bawah menunjukkan, 2 dari 4 tembakannya menghasilkan gol, sementara 21 dari 28 percobaan umpannya menemui sasaran. Dia 6 kali berhasil melewati bek Lazio dari 8 waktu berbeda, dia juga berhasil merebut bola tak kurang dari 10 kesempatan.

 
Terlibat dengan konstan dalam aksi seperti yang telah dilakukannya sepanjang tahun, hal ini jauh dari hanya satu performa Dybala yang memenangkan pertandingan, di mana pemain berusia 22 tahun membuat rangkaian kontribusi berarti selama kampanye musim.

Dia telah dipuja-puji atas usahanya, kompatriot Juan Sebastian Veron memberitahu TuttoSport "Paulo lebih berkelas" daripada mantan penyerang Juve Carlos Tévez. Dua juga bilang ke koran yang berbasis di Turin itu bahwa "tidak setiap orang dapat masuk ke Juventus dalam usia sangat muda dan dengan cepat menjadi seorang pemimpin dan mecetak banyak gol."

Dybala telah melakukannya, namun pelatihnya percaya pemain depannya bisa melakukan lebih lagi, sebagaimana yang dikatakannya pada Mediaset Premium bulan lalu. "Saya selalu tahu Dybala memang bagus. Saya tahu ini karena saya melihatnya dalam latihan. Dia masih tetap berkembang dan memiliki kualitas hebat, yang mana ditunjukkannya di atas lapangan."

Ini merupakan prospek yang menakutkan bagi tim Serie A lainnya, dengan Dybala jelas sudah menjadi figur penting untuk sang juara bertahan.

Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel yang ditulis Adam Digby untuk bleacherreport

No comments: