Pages

Saturday, December 26, 2015

Akankah Jeda Musim Dingin Menguntungkan Juve?


Telah kembali pada pertarungan perebutan puncak Serie A, Juventus akan menikmati istirahat yang sepantasnya sebagaimana liga masuk ke libur musim dingin. Juve telah memenangkan 7 laga pamungkas untuk memangkas jarak dengan Inter si pemuncak klasemen menjadi 3 poin. Mereka tidak akan kembali beraksi hingga 6 Januari saat bersua Hellas Verona.

Keuntungan liburan telah lama didiskusikan, di mana pemain PSG Thiago Silva percaya dengan PSG menikmati 3 minggu liburan, kubu Ligue 1 akan meraih keuntungan besar dalam pertarungan mereka di Liga Champions melawan Chelsea.
"Chelsea bermain saat natal dan tahun baru dan itu pasti menjadi suatu usaha besar bagi mereka, suatu momen yang amat sulit baik secara mental maupun secara fisik.
Ketika berhubungan dengan momen krusial di musim, babak gugur Liga Champions dan akhir liga domestik, mereka lebih lelah karena mereka tidak mendapat jeda musim dingin.
Saya harap kami bisa mengambil keuntungan dari situasi ini, tapi di Liga Champions kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi," katanya pada wawancara dengan Omnisport awal bulan ini.
Memang dengan kubu Premier League dipaksa untuk bertanding dengan jadwal tradisional nan padat selama periode liburan, mereka hampir pasti memasuki laga tersebut lebih lelah daripada PSG.

Sayangnya bagi Juventus, undian kompetisi elit Eropa tidak mempertemukan mereka melawan kubu Inggris dan malah memasangkan mereka dengan Bayern Munchen. Bundesliga bahkan libur lebih lama daripada liga-liga lain di benua tersebut, mereka tidak akan kembali hingga 22 Januari, yang mana memberikan keuntungan signifikan bagi klub-klubnya.

Itulah sebuah keyakinan yang disahkan Arsene Wenger saat Arsenal bersua raksasa Bavaria pada 2013 lalu, dia menjelaskan keuntungan libur sebulan pada situs resmi klub:
"Apa yang dilupakan orang-orang dengan adanya jeda musim dingin yang panjang adalah selama jeda tersebut pemain internasional juga mendapat istirahat yang sebenarnya, yang mana tidak terjadi pada musim panas. Di musim panas para pemain Anda kadang mendapat libur 2 atau 3 minggu karena mereka bermain di turnamen besar, Anda harus mendapatkan mereka kembali dan mereka memulai musim baru tanpa istirahat sepenuhnya.
Jika Anda mendapat sebuah jeda musim dingin yang panjang, karena timnas tidak bermain selama jeda tersebut, para pemain internasional yang paling terekspos pada stres fisik yang parah mendapat juga istirahat yang nyata di musim dingin, dan itu adalah sebuah keuntungan besar."

Dengan laga Juventus dan Bayern dijadwalkan mengambil tempat pada 23 Februari dan 16 Maret, kubu Bundesliga akan memiliki waktu untuk menghilangkan kekakuan dan kembali ke bentuk permainan menakjubkan yang telah mereka tunjukkan sejauh ini di 2015/16.

Anak buah Pep Guardiola hanya kalah sekali di liga domestik musim ini, juga meraih 15 poin dari 6 laga di babak grup Liga Champions, artinya mereka merupakan ancaman hebat bagi harapan Juve melaju ke babak berikut.

Terlepas dari kebangkitan mereka barusan ini, I bianconeri tahu mereka menghadapi sebuah tantangan tangguh bila mereka ingin mengatasi Bayern. Mungkin pengumuman bahwa Guardiola akan berhenti melatih akan membuat mereka kehilangan fokus, namun kayaknya sulit terjadi melihat betapa dalamnya kualitas skuad mereka.

Menurunkan formasi bertabur bintang saat mereka sudah beristirahat dengan baik akan menegasikan apapun keuntungan yang didapat Juventus dari jeda musim dinginnya, dan Juve akan perlu untuk berada pada kondisi terbaiknya untuk meraih satu tempat di perempat final.

Artikel ini merupakan terjemahan artikel berbahasa Inggris yang ditulis oleh Adam Digby untuk bleacherreport.com

No comments: