Pages

Wednesday, September 27, 2017

Vialli Jawab Pertanyaan Fans


Dari memori akan final-final di mana dia menang dan kalah, hingga siapa para pemain juara terkuat yang pernah bermain bersamanya, Duta Besar Tur Trofi Liga Champions UEFA 2017 di Turin akan menjawab para pembaca.
Pada lokasi Tur Trofi Liga Champions UEFA 2017 di Turin, dipersembahkan oleh UniCredit, Duta Besar Gianluca Vialli menjawab pertanyaan para pembaca UEFA.com.

Vialli memainkan 2 final kompetisi tertinggi klub di benua Eropa, berujung kekalahan bersama Sampdoria dan kemenangan bersama Juventus. Berikut seleksi dari jawaban-jawaban terbaiknya

Jalur yang membawa Anda menjuarai Liga Champions dimulai bersama klub kecil seperti Cremonese, lalu pindah ke klub yang sedang menanjak seperti Sampdoria dan mencapai puncaknya di Juventus. Menurut Anda seberapa penting bagi seorang pemain untuk berkembang secara bertahap? 

“Lebih baik begitu namun tak harus selalu demikian. Aku beruntung, aku memulai di tim kota asalku, terus tinggal di rumah dan pergi ke sekolah. Aku mulai dari Serie C di dalam sebuah lingkungan di mana aku tak pernah berada dalam kondisi tertekan, lalu aku memiliki peluang untuk pindah ke Juve dan aku malah memilih Sampdoria yang bagiku adalah tim yang sempurna: banyak pemain muda, mentalitas yang sama, presiden dengan visi ke depan dan fans yang hebat. Hanya setelah itu baru tiba Juve, dan bagiku lebih baik begini.”

Apa yang tak dimiliki Sampdoria di Wembley untuk mengalahkan Barcelona? 

“Kami bertemu tim yang sangat kuat, tapi mereka belum pernah menjuarai Liga Champions, sebuah fakta yang mengejutkan mengingat makna emblem tersebut. Kami tidak diunggulkan, dan 3 hari sebelumnya kami memainkan laga melawan Fiorentina yang harus kami menangkan demi lolos ke Piala UEFA. Aku hampir dijual ke Juventus, jadi baik secara jasmani maupun rohani kami tidak dalam kondisi terbaik atau setidaknya aku tak dalam kondisi terbaik. Namun laga itu indah, seimbang dengan banyak peluang bagi kedua kubu. Bahkan aku meleset 2 peluang, mungkin itu sebabnya mengapa kami tak memenangkannya!”

Pemain manakah yang terkuat yang pernah bermain bersama Anda dan lawan manakah yang paling sulit untuk dihadapi? 

“Aku cukup beruntung bisa bermain bersama Mancini, Baggio, Del Piero, Zola… semuanya nomor 10 dengan kelas tersendiri yang mengizinkan aku untuk mencetak banyak gol. Lalu aku juga bermain bersama Maldini dan Baresi (di tim nasional), bersama kiper seperti Pagliuca, Zenga, Peruzzi… aku sangat beruntung. Sementara untuk lawan, dalam masaku di Italia ada Zico, Maradona, Platini, Falcao… Cuma ada pilihan yang membuat gugup.

Apa memori terindah dari karier Anda?

Scudetto bersama Sampdoria, Liga Champions bersama Juve dan bersama Chelseasaat aku merupakan pelatih klub kami memenangkan 5 trofi, tapi aku tak mempunyai masa favorit khusus. Mungkin karena aku selalu dalam tekanan.”

Siapakah pemain terkuat saat ini?

“Messi dan Ronaldo. Namun juga Mbappé sedang berkembang dengan sangat bagus dan mempunyai potensi untuk menjadi sangat kuat.”

Apakah Real Madrid akan mampu menjuarai Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun?


“Sangat sulit untuk meraih 3 trofi beruntun, walaupun Sagan berhasil melakukannya beberapa hari lalu jadi tiada yang mustahil. Namun setidaknya ada 8 tim yang bisa juara kali ini. Aku tak akan terkejut oleh salah satu dari City, United, Juventus, Chelsea, Bayern Munchen, Barcelona, Real Madrid dan Paris Saint-Germain mereka semua berada pada level yang sangat tinggi.”

Seberapa jauhkah Chelsea dan Juventus mampu melaju di Eropa?

“Chelsea memiliki grup yang sangat sulit bersama Roma dan Atlético Madrid, jadi mereka harus melakukannya selangkah demi selangkah. Pertama-tama mereka perlu lolos dari babk grup, lalu kita akan lihat apa yang terjadi dengan undian dan di Liga Primer, di mana ada persaingan ketat yang akan menguras banyak energi dari timnya Antonio.”

“Juve mencoba untuk melepaskan tekanan, tiada yang membicarakan secara terang-terangan tentang Liga Champions dan itu berarti mereka dengan tenang mencoba untuk membidik trofi. Ini adalah sebuah cara yang sangat cerdas untuk mendekati kompetisi, terutama setelah kalah di 2 final dalam 3 musim.

Siapa pemain saat ini yang ingin Anda bermain bersamanya? 

“Dybala, namun juga Belotti. Di Inggris, aku sangat suka Gabriel Jesus. Dia menciptakan rekanan hebat dengan Agüero. Dia elegan, muda, tenang dan bagus secara teknik. Lalu pastinya dia cuma akan terus berkembang bersama Guardiola. Masih banyak yang akan diberikannya.”

Akankah Juve saat ini mengulangi sukses di 1996?

“Aku harap demikian, iya. Akan tiba waktunya. Dan aku pikir Juve pantas mendapatkannya setelah kalah di 7 final. Jika Anda terus mengetuk pada pintu yang sama, maka cepat atau lambat pintu akan dibukakan. Sepak bola sudah berubah, namun aku yakin Juve bisa menjuarainya. Kami dulu merupakan tim yang solid dan efektif, harapanku adalah bahwa tim Juve hari ini bisa melakukannya juga.”

Artikel ini diterjemahkan dari artikel berbahasa Italia di it.uefa.com

No comments: