Andrea Agnelli's lawyer compares #Juventus President's #FIGC ban to #Calciopoli, as other clubs weren't investigated https://t.co/YSfX2XLjqd pic.twitter.com/5PySaumDLs— footballitalia (@footballitalia) September 27, 2017
Paci D'Onofrio, pengacara Andrea Agnelli menegaskan kepada Tuttomercatoweb bahwa sang presiden Juventus akan naik banding atas vonis larangan 1 tahun sebab vonis tidak meyakinkan.
Vonis benar-benar mengesampingkan segala kemungkinan keterkaitan dengan kejahatan terorganisir, sehingga Agnelli hanya dihukum atas pelanggaraan aturan penjualan tiket dan tidak ada kaitannya dengan mafia.
“Ini adalah vonis yang mana dalam pandangan saya tidak meyakinkan untuk alasan yang sangat jelas: jika pokok tuntutan dibenarkan yang mana merupakan bukti yang memberatkan terhadap presiden Agnelli atas kemungkinan kolusi dengan kejahatan terorganisasi, maka sudah seharusnya untuk mengabulkan tuntutan jaksa federal.”
“Namun, jika, sebagaimana yang ditunjukkan pada vonis, tak ada keterkaitan, tak ada transaksi gelap dan kriminal antara para direktur Juventus dan fans, maka bahkan sanksi larangan 1 tahun terlihat berlebihan, amat sangat tidak bisa dibenarkan dan tidak masuk kriteria kesesuaian.”
“Dalam peradilan olah raga, para hakim cukup bebas saat dibandingkan dengan hakim pidana yang mesti memilih di antara hukuman maksimal dan minimal. Oleh karena itu mereka bisa mengatur hukuman berdasarkan kegawatan aktual dari kasus. Di sini ada pertentangan antara tuntutan dan vonis.”
“Motif menunjukkan bahwa paling banyak ada "sikap sambil lalu" pada bagian presiden atas penjualan lebih dari 4 tiket, jadi kita sedang membicarakan tentang suatu hal yang mana, menurut regulasi, hanyalah ketidakteraturan dan bukan sesuatu yang melanggar hukum. Memberatkan sanksi sekalipun tak akan sampai ke larangan 1 tahun.”
“Kelihatannya bagiku tak ada pemenang dalam peradilan ini: Negara belum mengambil posisi, karena jika mereka membenarkan tuntutan jaksa maka sanksi seharusnya lebih berat. Jika mereka malah membenarkan pembelaan kami, yaitu tindakan tak bertanggung jawab dari presiden Agnelli dan para direktur, maka sanksi terlihat tidak proposional, berlebihan dan tidak masuk akal.”
“Jika Negara dan kejaksaan sungguh ingin menyoroti hal ini, untuk mengutuk suatu sikap yang dilakukan para direktur, maka mereka seharusnya beraksi secara kolektif. Mereka seharusnya melakukan pemeriksaan ke dalam setiap klub, mengadakan penangguhan kolektif dan bersama-sama membahas fenomena ini.”
“Jika mereka hanya membidik 1 klub maka kita kembali ke 2006 di mana hal itu dimulai dari gagasan bahwa Juventus bersalah atas pengaturan laga. Lalu pastinya kita menemukan bahwa sistem peradilan olah raga tak pernah bisa untuk menemukan sebuah laga yang diatur, dan bahwa 10 tahun proses pidana berakhir pada hukuman, iya, tapi tidak untuk sesuatu yang melanggar hukum yaitu tidak ada laga yang diatur dan tidak ada wasit yang dinyatakan bersalah.”
“Dalam kasus ini kelihatan bagiku bahwa dunia komisi anti-mafia parlementer sudah lebih banyak linear dan konsisten, mereka mendengar dari tak hanya presiden Agnelli, namun dari presiden dari klub-klub bergengsi Serie A lainnya. Ini adalah sanksi yang tidak masuk ke dalam alam olah raga, yang mana perlu dikatakan bahwa tidak ada pemain yang sudah terkena larangan, tidak ada penalti dan tidak ada penutupan stadion.”
“Jadi
dalam beberapa hari para pihak terkait akan memasukkan banding, tapi
pengadilan banding tak perlu buru-buru untuk menentukan tanggal pastinya
untuk pemberian keterangan, karena tidak ada keputusan yang memiliki
efek yang berdampak langsung di atas lapangan. Jadi sulit untuk memprediksi, tapi aku pikir pemberian keterangan akan diadakan maksimal 1 bulan lagi. Aku yakin bahwa ini tak akan menjadi keputusan tetap dan hukuman ini tak akan berkekuatan tetap.”
“Ada 2 lagi tingkatan peradilan, yang kedua masih di dalam Negara yaitu pengadilan banding FIGC dan lalu tingkat ketiga diwakili oleh CONI (Komite Olimpiade Italia). Setelah itu Anda meninggalkan perlindungan negara dan dalam opiniku kami akan mampu untuk memberikan kejutan yang tersimpan, tepatnya karena alasan atas vonis ini sungguh tak meyakinkan.”
No comments:
Post a Comment