BLOG: #Juventus & #FCBarcelona meet again— footballitalia (@footballitalia) September 9, 2017
Are Juve weaker than when they beat #FCB ? @GeorgeRinaldi thinks not https://t.co/Ts8H8RkgFZ pic.twitter.com/7l8fzfpUP4
Juventus mungkin terlihat lebih lemah di permukaan dibandingkan terakhir kali mereka menghadapi Barcelona, tapi George Rinaldi melihat sebuah evolusi.
Paulo Dybala meninggalkan Stadion Juventus pada April dengan kepala tegak. Dia sungguh mengenalkan dirinya pada panggung Eropa, mencetak 2 gol untuk memberi Juventus kemenangan 3-0 atas raksasa Barcelona.
Juve memberikan performa komplit, menetralkan serangan MSN Blaugrana dan merobek-robek pertahanan mereka hingga berkeping-keping. Leg kedua di Camp Nou berakhir tanpa gol dan itu berarti I Bianconeri tak pernah beresiko kehilangan keunggulan mereka.
Percepat 4 bulan kemudian, senyum nakal sang Gladiator Francesco Totti tertuju pada Gigi Buffon saat dia menarik Barcelona dalam grup Liga Champions Juve. Banyak yang telah berubah sejak terakhir kali mereka saling bertemu.
Benar si awet muda Buffon masih berada di antara tiang gawang, dengan Chiellini dan Alex Sandro di pertahanan. Bonucci sudah pindah ke Milan dan Dani Alves pindah ke PSG, di mana rekan setim barunya adalah mantan pahlawan Barcelona Neymar.
Tak diragukan lagi, Blaugrana telah kehilangan lebih banyak selama musim panas, gagal mendapatkan pengganti sepadan Neymar setelah pengejaran Coutinho, Insigne dan target-target lainnya selama berbulan-bulan.
Terlepas dari 2 pemain yang pindah, formasi inti Juventus masih tetap sama bagi fans Serie A. Anda bahkan bisa mendebat pertahanan mereka kini lebih kuat. Lichtsteiner tak dimasukkan ke dalam roster Liga Champions, jadi kini bergantung pada De Sciglio dan Höwedes untuk mengisi kekosongan. Rugani juga kini punya kesempatan untuk memiliki waktu bermain lebih banyak dengan tiadanya Bonucci. Ini peluang bagi si pemain muda untuk benar-benar bersinar.
Terlepas dari 2 pemain yang pindah, formasi inti Juventus masih tetap sama bagi fans Serie A. Anda bahkan bisa mendebat pertahanan mereka kini lebih kuat. Lichtsteiner tak dimasukkan ke dalam roster Liga Champions, jadi kini bergantung pada De Sciglio dan Höwedes untuk mengisi kekosongan. Rugani juga kini punya kesempatan untuk memiliki waktu bermain lebih banyak dengan tiadanya Bonucci. Ini peluang bagi si pemain muda untuk benar-benar bersinar.
Di lini tengah sudah diperkuat dengan kedatangan Matuidi dari PSG, pemain serba bisa Bernardeschi dan sayap yang menggairahkan Douglas Costa. Matuidi menerima banyak kritikan dari beberapa fans, tapi pemain Prancis berpengalaman ini adalah pembelian cerdas yang mana sedang berada di tahap primanya. Dengan cederanya Khedira dan Marchisio, dia akan diberikan kunci untuk lini tengah tersebut.
Douglas Costa memutuskan Juventus adalah klub yang tepat untuk membawa karirnya ke level lainnya. Formasi yang hampir sempurna untuk si pemain Brasil adalah formasi 4-2-3-1 Allegri atau bahkan formasi 4-3-3, yang mengizinkan dia memotong ke dalam dan juga mengirim umpan gol kepada penyerang.
Para penyerang: Dybala, Mandžukić dan Higuaín, masih memimpin lini depan dan dipandang sebagai trio terbaik di Serie A. Mertens, Insigne dan Callejón mungkin akan mendebatkannya, tapi nilai Dybala sendiri yang kian menanjak sudah cukup untuk membuat gentar kaki para bek. La Joya sudah memanggul tanggung jawab seragam nomor 10 dan sejauh musim ini sudah menjadi suatu cahaya cemerlang.
Musim ini bagi Juventus bukan soal mengulangi masa lalu. Terlepas dari Scudetto, apakah menduplikasi pencapaian mereka di Liga Champions adalah sebuah kesuksesan? Tentu tidak. Juventus tidak lebih lemah daripada saat menghadapi Real Madrid di Cardiff, dan terlepas dari beberapa pemain, tidak ada bedanya pada pandangan pertama dari kemenangan mereka atas Barcelona.
Pembelian mereka diterima dengan baik, tak ada yang spektakuler, cuma apa yang diperlukan. Si Nyonya Tua mungkin merasa berbeda dari musim 2016-17, namun itulah idenya. Allegri secara konstan mengembangkan timnya dan sudah dilakukannya sejak dia mewarisi skuad Conte.
No comments:
Post a Comment