Vialli bersikeras Juventus tak kekurangan apapun untuk menjuarai Liga Champions, sementara Paris Saint-Germain kekurangan harmoni.
Vialli juga mendesak Gonzalo Higuaín untuk belajar dari Diego Maradona dan merasa Paulo Dybala sudah menemukan keseimbangan antara kreatifitas dan efisiensi.
Vialli juga mendesak Gonzalo Higuaín untuk belajar dari Diego Maradona dan merasa Paulo Dybala sudah menemukan keseimbangan antara kreatifitas dan efisiensi.
Berikut petikan wawancara Gianluca Vialli dengan koran La Stampa.
“Pertama-tama, ini hampir merupakan perasaan yang menyenangkan, menjadi kapten terakhir yang menjuarai Liga Champions, tapi kini aku muak dan capek dengan hal itu. Aku lebih suka menjadi kapten dari tim yang menjuarai Liga Champions sekali setiap 5 atau 6 tahun, bukan setiap 21 tahun.”
“Untuk musim ini, aku melihat 8 tim pada level yang sama: Juve, Real, Barca, Bayern, Chelsea, United dan City. Mereka bisa menjuarainya tanpa kejutan apapun. Lalu ada juga PSG, yang mengontrak 2 fenomena dan merupakan pemain favoritku, tapi kini ada beberapa keraguan, mengingat tak banyak harmoni di klub: tanpa hal itu, Anda tak akan ke manapun.”
Apakah Anda melihat revolusi di kaki langit Juve?
“Tidak, tapi Allegri berasal dari Liga berbeda karena dia adalah yang terbaik dalam membaca situasi. Dari sana, dia membuat keputusan yang tepat: dia tak cemas soal formasi yang dia mainkan, dia menunggu untuk melihat bagaimana hal itu bekerja. Dia mencoba berbagai hal dan membuat berbagai pilihan hingga dia menemukan tim yang tepat”
Apa yang Anda pikirkan tentang Juve ini?
“Mereka memainkan 2 laga awal mereka dengan kesungguhan. Mereka memainkan laga lainnya dalam gigi satu dan tidak berjalan baik dalam laga ketiga melawan Barcelona, namun mereka bermain hebat melawan Torino. Aku bilang masih terlalu awal untuk menilai, tapi aku juga menambahkan bahwa mereka terlihat sudah mencapai titik balik.”
Seberapa penting menjadi juara grup?
“Tidak terlalu penting: malah, Anda lebih baik beruntung di undian”
Apa kekurangan Juve di Liga Champions?
“Tidak ada. Aku kecewa soal Cardiff, tapi 2 final dalam 3 musim menandakan Juve ada di sana hingga akhir (Fino Alla Fine).”
Bagaimana dengan Higuaín?
“Aku tak pernah melihat Maradona mengeluh kepada rekan setimnya. Kelihatannya bagiku bahwa Pipita terkadang membuat frustasinya terlalu kentara: hal itu bisa jadi kontra-produktif.”
Apakah resep untuk mencetak gol?
“Jadilah bagus secara fisik dan temukan baik kecemerlangan dan ketenangan.”
Apakah Anda akan memainkan dia malam ini?
“Ya, juga karena saat dia bermain, dia akan mencetak beberapa gol dan itulah sudah.”
Mengapa Paulo mencetak banyak gol kini?
“Aku pikir Dybala sudah menemukan keseimbangan antara kreatifitas dan efisiensi. Setelah itu ada seorang pelatih yang dengan baik memahami dia, dan rekan-rekan setim dia tahu bahwa adalah yang terbaik untuk memberikan bola kepadanya daripada kepada pemain lain.”
“Ketika berhadapan dengan gawang lawan, Dybala seperti Messi: dia selalu membuat keputusan tepat, dalam hal visi sebelum suatu hal terjadi, membacanya dan menjadi menentukan. Aku lebih yakin pada latihan daripada talenta karena Anda memerlukan fisik dan mental yang tepat, plus bagaimana Anda berlatih dan sebanyak apa Anda berlatih juga berpengaruh. Setelah itu, ada para pemain yang tersentuh oleh nasib.”
Bagaimana dengan Mandžukić?
“Satu-satunya masalah dia adalah dia tak begitu elegan, tapi dia memiliki segalanya untuk menjadi seorang nomor 9 bagi sebuah tim besar. Namun, dalam derbi, aku lebih terkesan oleh seorang pemain lain – Pjanić: aku tak pernah melihat dia bermain seperti itu, tidak bahkan di Roma, dan dia bekerja sangat bagus bersama Matuidi.”
Apakah Juve mengubah dia?
“Anda merasakan hak istimewa untuk memakai seragam itu dan itu bukannya tanpa makna. Anda menghirup atmosfirnya dan mengorbankan diri Anda untuk itu, namun Anda juga mesti ingat bahwa Anda cuma dipinjamkan hal itu dan mesti mengembalikannya bersama tim dalam tempat yang lebih baik. Setelah itu, ada filosofi, yang mana tidak perlu bermain indah namun lebih baik menang dan efektif. Di situlah terletak keindahan yang sejati.”
No comments:
Post a Comment