Pages

Saturday, June 24, 2017

Harapan Besar Juventus Pada Schick

Tiba dalam balutan jas biru keren di atas kemeja putih, Patrik Schick mendarat di Turin pada Kamis pagi memancarkan rasa percaya diri. Dia baru saja membantu timnas Republik Ceska dalam kemenangan 3-1 atas timnas U-21 Italia, lompatan dalam langkahnya tak diragukan lagi didapatkan setelah dobrakan di musim 2016/17, sebagaimana kepindahannya yang akan terjadi ke Juventus.


Melengkapi bagian pertama dari tes medisnya, si penyerang muda akan menyelesaikan transfernya senilai €30 juta dengan I bianconeri saat tugas internasionalnya selesai. Mengingat bahwa dia baru bergabung dengan klub yang berbasis di Genoa kurang dari setahun yang lalu, hal itu tetap mewakili profit luar biasa pada uang €4 juta yang mereka serahkan ke Sparta Praha pada Juli 2016 yang lalu.

Namun hal ini juga tak diragukan lagi merupakan investasi sepadan buat Juve, si pemain berusia 21 tahun membuat dampak luar biasa dalam musim debutnya di Serie A. Pada pandangan pertama, total 11 gol dari 32 penampilan tak kelihatan begitu mengesankan, tapi mengingat bahwa dia seorang pemain muda tak berpengalaman di tim papan tengah, hanya bermain sejak awal dalam 14 laga, kemampuan Schick untuk mencetak gol setiap 137 menit adalah luar biasa.

Dia tak diragukan lagi akan berada dalam radar Juve sepanjang tahun, khusunya setelah gol dalam kekalahan Sampdoria di Stadion Juventus pada Oktober lalu di mana dia mencetak gol pertamanya sejak pindah ke Italia. Juventus sedang unggul 2-0 ketika gelandang Belgia, Dennis Praet memotong umpan bandel Chiellini, berlari cepat ke sayap kiri sebelum memberikan umpan silang rendah ke kotak penalti.

Berlari di antara 2 bek yang seharusnya menjaganya, Schick menceploskan bola dengan mudah melewati kiper Neto, memberikan klub barunya suatu kilasan awal akan akurasi mematikannya. Dia lalu terus mencetak gol dengan akurasi 60% dari percobaan pada musim lalu, hanya membutuhkan 3,18 tembakan/gol, angka yang lebih baik bila dibandingkan dengan calon rekan-rekan setimnya: Gonzalo Higuaín (4,45), Paulo Dybala (5,9) dan Mario Mandžukić (6,4).


Namun,menyaksikan Schick lebih dekat, ada lebih banyak lagi pada permainannya daripada kecakapan menembak yang mengesankan itu. Dia pemain yang mau memberi umpan, membuat 28,6 percobaan tiap 90 menit dengan akurasi 74,9% sementara juga menciptakan 1,2 peluang gol per laga dan membuat 3 umpan gol.

Hal ini memberi andil pada kepercayaan diri dan keyakinan dalam mengambil keputusan, sementara dia juga bermain dengan bakat keberanian yang membangkitkan gairah fans dan seringkali membuat fans setia Sampdoria meloncat dari kursi mereka di Marassi.

Faktanya, banyak golnya yang tercipta atas hasil sentuhan pertamanya yang hampir sempurna, ketrampilan yang membuatnya berulang kali membuka ruang dan waktu yang lebih baik dalam area penalti.

Jauh ke belakang, kemampuan mengontrol bola dengan sangat baik membuatnya bersinar sebagai seorang dribbler ulung dan efektif, yang juga mencegahnya jatuh ke dalam perangkap menjadi mudah diprediksi. Alih-alih melewati lawan dengan sejumlah trik terbatas yang dia latih selama berjam-jam, Schick malah dapat bereaksi atas pergerakan bek, keseimbangan dan kontrol bolanya membuat dia dengan mudah beralih melewati mereka.

Hal ini memberikannya suatu atmosfer acuh-tak-acuh, bermain dengan rasa percaya diri yang sama dan lagaknya saat masuk ke dalam J|medical pada kamis pagi. Tapi perlu dicatat bahwa walaupun karakter dalam lapangannya kurang ajar dan tak biasa, di luar lapangan dia pemuda yang sederhana yang sadar akan rasa hormat, kerja keras dan kesadaran akan seberapa banyak hal yang belum dia capai adalah vital. Dia pastinya sudah punya seorang fan dalam diri Wakil Presiden Pavel Nedvěd yang dengan semangat membicarakan kompatriotnya selama wawancara barusan dengan situs Denik asal Ceska.

“Schick memiliki masa depan hebat di depannya. Saat ini dia belum berotot, namun Anda bisa bayangkan saja dia dalam 2 atau 3 tahun. Dia mengingatkanku akan Zlatan Ibrahimović karena dia dulu seperti itu saat datang ke Juve. Dia tidak berotot juga, lalu dia berlatih dan berubah menjadi seorang penyerang kelas dunia. Schick juga pemain depan tipe ini: kaki-kaki yang hebat, tinggi dan cepat, jadi jika Patrik terus mengembangkan dirinya dia dapat berubah menjadi seorang penyerang kelas dunia juga.


Kemampuannya mengingatkan akan si raksasa Swedia, menyingkirkan para bek dengan postur 187 cm, dia menjauhkan mereka dari bola dan bertindak sebagai penyerang tengah klasik tapi juga bisa turun ke belakang mencari bola dan menciptakan peluang bagi pemain lain. Namun, Schick lebih cepat di sekitar tepi lapangan, dia lebih suka melebar ke kanan lalu menusuk masuk ke arah gawang, kebiasaan yang akan membuatnya kurang pas bermain di samping Dybala di Juventus.

Namun, di sinilah bisa dibilang merupakan atribut terhebatnya. Sudah disebutkan sebelumnya tapi layak diulangi bahwa 18 dari 32 penampilan Schick di Serie A terjadi sebagai pemain pengganti, pelatih Sampdoria Marco Giampaolo bercanda bahwa dia harus "menyimpannya di bangku cadangan karena jika tidak mereka akan menjual dia!"


Jika Schick membangun reputasi sebagai pemain berdampak pada pengujung laga, itu pastinya layak didapatkannya, mencetak 6 dari 11 gol liga dari bangku cadangan. Dengan Juventus memiliki lini depan yang mumpuni yang kelihatannya tak bisa digantikan oleh Schick, fakta bahwa dia menghabiskan 1 musim membuat dampak sebagai pemain cadangan akan jadi baik baginya sekaligus jadi nilai lebih buat klub barunya.

Sebagaimana jelang akhir musim 2016/17, para penyerang Juve bisa sedikit beristirahat, artinya seorang backup untuk pemain macam Higuaín dan Dybala akan jadi bagian penting dari transfer musim panas mereka. Mampu menggantikan keduanya atau mengubah laga dari bangku cadangan, sesuatu yang terasa hilang pada sejumlah laga musim lalu dan sangat terasa ketiadaannya pada kekalahan final Liga Champions mereka kepada Real Madrid. Lebih jauh lagi, Max Allegri selama ini pelan-pelan mengintegrasikan pemain muda, artinya kemampuannya untuk bersinar dalam waktu yang terbatas di atas lapangan akan menjadi penting bila dia ingin masanya di Turin menjadi awal yang baik.
Si bintang Ceska jelasnya akan mengisi bermacam kebutuhan dalam skuad Allegri dan agaknya Si Nyonya Tua baru saja membeli pemain yang amat cocok untuk peran yang tak terdefinisi. Kini Juve dan Patrik Schick akan berharap dia bisa melanjutkan aksi "super-sub" dia dalam balutan seragam hitam putih Juventus yang termasyur.
Artikel ini diterjemahkan dari tulisan Adam Digby di situs www.thesportsman.com

No comments: