BLOG: FantastSchick https://t.co/o8asOCnyVu @NickValerio assesses the #Sampdoria and #CzechRepublic striker as he prepares to face #Italy. pic.twitter.com/uDc39PGLH5— footballitalia (@footballitalia) June 20, 2017
Penyerang yang akan segera jadi pemain Juventus meneruskan musim terobosannya saat Republik Ceska menghadapi Italia di Euro U-21, tulis Nick Valerio.
Patrik Schick punya kenangan untuk diingat di tahun 2017 dan hal ini masih jauh dari selesai. Setelah beranjak dari super-sub di Sampdoria hingga menjadi pemain inti dan kepindahan senilai €25 juta ke Juventus, dia kini bersama negaranya di kejuaraan Euro U-21 di Polandia, dan akan menghadapi beberapa muka familiar saat Republik Ceska bertarung dengan Italia pada Rabu nanti.
Sebagai ujung tombak dan talenta emas di generasinya, para pemain Azzurrini mengetahui segala sesuatu tentang dia, dan hal ini akan jadi menarik untuk disaksikan siapa yang akan berjaya dalam adu tanduk dengan Daniele Rugani, pemain yang segera akan jadi rekan setimnya. Jauh melihat ke depan, keduanya sepertinya akan saling berbagi bersama tahun-tahun terbaik mereka di Juventus.
Anda hanya perlu melihat cuplikan gol-golnya. Keberaniannya dalam menampilkan ketrampilan ala Dennis Bergkamp saat mencetak gol ke gawang Crotone, yang mana menempatkan namanya dalam sorotan. Bila Anda belum mengetahui namanya, Anda pastinya sudah tahu sekarang. Si penyerang elegan tidak terpesona, yang mana jadi pertanda baik buat masa depannya, dan gol-golnya melawan tim-tim terhebat di Serie A menandai dirinya sebagai pemain yang menjanjikan. Bisa masuk ke dalam papan skor saat melawan Juventus, Lazio, Roma dan Inter semuanya dalam 1 musim bukan merupakan pencapaian kecil.
Secara fisik, si pemain asal Praha masih sedang berkembang. Dengan tinggi badan 186 cm, si pemain berusia 21 tahun memiliki kemampuan teknis untuk melengkapi postur badannya dan telah mendapatkan perbandingan yang megah. Kompatriot Pavel Nedvěd membandingkan Schick dengan Zlatan Ibrahimović muda, dan mengatakan si pemain memiliki tempramen yang dibutuhkan, dia seharusnya berhasil di bawah bimbingan Max Allegri.
Namun, bersama pembelian lainnya tak ada jaminan pasti, terutama dengan profesional tak berpengalaman, dan tanda tanya akan bergantung di atas Schick, sesuatu yang merupakan bagian dan parsel dari bermain untuk sebuah klub elit. Satu musim di Serie A bukan indikator yang cukup untuk menilai bagaimana karirnya akan maju dan sejauh apa si bintang Ceska berkembang dalam jangka pendek akan bergantung pada Juventus dan bagaimana mereka berniat menggunakannya. Sangat penting si pemain mendapatkan waktu bermain reguler. Duduk di bangku cadangan setiap pekan akan menghambat perkembangannya dan opsi peminjaman kembali ke Marassi mungkin jadi aksi cepat terbaik.
Namun berangkat dari inspirasi penemuan kembali Mario Mandžukić pada sayap kiri, opsi sang pemegang Scudetto di lini depan masih sedikit. Tentu saja, si penyerang Kroasia sepetinya akan main di posisi ortodoksnya lagi di masa depan, namun peran yang kini diisinya merupakan sebuah ilham dan yang terpenting menjamin posisi inti.
Penyerang lainnya, Paulo Dybala juga sudah beradaptasi pada permainannya. Si Argentina kecil bermain dalam peran yang lebih ke dalam, dan sebagai hasilnya, golnya jadi lebih sedikit, mencetak 8 gol lebih sedikit dari musim sebelumnya.
Gonzalo Higuaín saat ini adalah satu-satunya penyerang murni dalam memasuki musim 2017-18 dan hal ini yang menjadi alasan untuk mendatangkan Schick.
Dia merupakan hasil tangkapan impresif buat Juventus. Si pemain muda Sampdoria tak kekurangan peminang, dengan Arsenal, Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain semuanya diisukan mengagumi pemain yang mungkin belum menjadi produk jadi, namun pastinya punya faktor X ajaib.
No comments:
Post a Comment