Pages

Tuesday, June 20, 2017

Juvevolusi dalam Proses


Tak seperti musim-musim panas traumatis sebelumnya, Adam Digby yakin Juventus akan berevolusi, bukan berrevolusi.

Bahkan sebelum para pemain Juventus menginjakkan kaki di aspal bandara Caselle, Turin, pembicaraan sudah berbelok ke apa yang akan dilakukan klub pada bursa transfer musim panas ini. Sementara, adalah menyedihkan untuk berpikir bahwa pencapaian bersejarah anak-anak asuh Max Allegri menjadi catatan kaki pada kekalahan mereka di final Liga Champions, hal itu merupakan kenyataan pahit yang mesti dihadapi Juventus selama beberapa bulan ke depan.


“Anda hanya sebagus laga terakhir Anda” adalah kalimat klise biasa di dunia olahraga, dan melawan Real Madrid di Cardiff, Si Nyonya Tua ternyata dengan putus asa kekurangan para pemain juara. Pada akhirnya, menjadi kubu pertama yang menjuarai 6 gelar Serie A beruntun akan membuat tim ini disanjung, namun saat ini hal tersebut adalah masa lalu dan Juventus mesti fokus pada masa depan.

Syukurlah, orang-orang yang bertanggung jawab membuat keputusan yang akan membentuk masa depan tersebut sadar akan betapa dekat mereka hampir menyegel kejayaan pamungkas. Allegri dengan cepat diikat dengan sebuah kontrak baru, kesepakatan 3 tahun yang menegaskan keyakinan klub dalam diri si pelatih asal Livorno sementara dengan bersamaan memastikan bahwa akhirnya akan ada suatu stabilitas di Vinovo.

Memang, harus diingat bahwa dalam 3 tahun terakhir terlihat Juventus mengalami peningkatan luar biasa. Pada 2014 Antonio Conte hengkang pada hari kedua latihan pra-musim, sementara Andrea Pirlo, Arturo Vidal dan Carlos Tévez mengikuti hal tersebut 12 bulan kemudian.

Tahun lalu, Álvaro Morata dan Paul Pogba, namun 2017 akan terlihat tim manajemen diizinkan untuk menyesuaikan tim yang ada sekarang daripada membangun kembali sebuah tim baru. Hal ini mungkin tercermin oleh kurangnya aktifitas sejauh ini, Juve mengambil pendekatan metodis pada bursa transfer, mereka harus menegosiasikan dengan sempurna jika mereka mau mendorong diri mereka masuk ke dalam jajaran elit Eropa.


Untuk para fans yang masih tersakiti oleh mimpi buruk Cristiano Ronaldo yang tidak dijaga memasukkan 2 gol di Stadion Millenium, rumor menghubungkan Juventus dengan nama-nama seperti Marco Verratti, Douglas Costa dan Federico Bernardeschi adalah tepat sekali apa yang diresepkan oleh dokter.

Pembelian pemain bintang semcam itu akan menjadi penting bila Juve ingin maju selangkah lebih jauh musim depan, namun begitu juga untuk menahan setiap pemain penting dari tim sekarang. Leonardo Bonucci sudah menyangkal pembicaraan apapun soal kepindahan ke Inggris, si pemain berusia 30 tahun sudah mengikrarkan masa depannya pada Juventus saat Pep Guardiola datang memanggilnya musim panas lalu.

Dengan nama-nama besar mereka semuanya berada dalam kontrak jangka panjang, yang tampaknya akan hengkang adalah para pemain pinggiran. Neto kelihatannya sudah pasti akan digantikan dan dia akan pindah mencari waktu bermain yang lebih banyak, kepindahannya ke Turin pada usia 25 tahun tak pernah masuk akal mengingat adanya bayang-bayang Buffon.

Pembelian satu atau dua gelandang berarti bahwa satu atau kedua dari Stefano Sturaro dan Mario Lemina akan jadi surplus kebutuhan. Lemina dilaporkan lebih dekat ke pintu keluar, tapi keduanya tak berkembang dan meningkat seperti penampilan awal menjanjikan yang sempat mereka tunjukkan, dan Tomas Rincón sudah membuktikan dirinya lebih dapat diandalkan dan pemain dengan peran konsisten di lini tengah.

Mungkin juga ada beberapa perkembangan baru untuk 2 pemain binaan pada ujung spektrum yang berbeda. Kedatangan potensial Douglas Costa dan Patrik Schick akan mengizinkan Moise Kean untuk menghabiskan musim 2017-18 dalam peminjaman, si penyerang muda berbakat lapar untuk membuktikan dia mampu menjalani publisitas luar biasa yang telah terbangun di sekelilingnya.
Mungkin Paolo De Ceglie menawarkan sebuah catatan peringatan, si bek sayap kiri yang akan berumur 31 tahun pada September nanti akhirnya mengakhiri 22 tahun kebersamaannya dengan klub sebagaimana kontraknya berakhir pada akhir bulan ini. Sedikit air mata saat kepergiannya dikonfirmasi, karirnya merupakan studi dalam kekecewaan, cedera dan peminjaman yang tak berakhir.
Debut De Ceglie datang saat musim Juventus di Serie B yang disebabkan oleh calciopoli, sebuah masa yang tak akan dilupakan oleh para suporter, tapi yang tak diragukan lagi tak ingin diingat oleh klub dalam segala hal. Masa depan cerah buat Juventus yang akhirnya terlihat siap untuk menikmati sebuah musim panas merayakan para pemain yang mereka datangkan lebih daripada meratapi para pemain yang hengkang.

No comments: