BLOG: Only fools mock #Juventus , writes @VVGenechten . Pogba & tubby Higuain no problem https://t.co/9o6UPYrb01 pic.twitter.com/6Efa6PKo9B— footballitalia (@footballitalia) August 10, 2016
Paul Pogba telah hengkang, Gonzalo Higuaín terlihat gemuk dalam debutnya, namun sudah diketahui dari sejarah bahwa mengejek Juventus adalah hal yang bodoh, tulis Vincent van Genechten.
Sungguh sebuah musim panas yang sibuk bagi Juventus. Musim 2015 lalu cukup mendesak, dengan hengkangnya Andrea Pirlo, Carlos Tévez dan Arturo Vidal, yang diikuti transfer masuk Paulo Dybala, Sami Khedira, Mario Mandžukić, Alex Sandro dan Simone Zaza.
Namun bagaimana dengan membayar sebuah rekor klub senilai €90 juta untuk Gonzalo Higuaín, di samping juga mengamankan Miralem Pjanić, Dani Alves, Marko Pjaca, Medhi Benatia dan Mario Lemina, lalu menjual Paul Pogba untuk sebuah rekor dunia senilai €110 juta ke Manchester United? Seorang pemain yang mereka dapatkan secara gratis 4 tahun yang lalu, membuat transfer Pogba sejauh ini merupakan yang paling menguntungkan dalam sejarah.
Kembalinya Si Nyonya Tua dari abu Calciopoli dan Serie B sangat mengesankan. Bahkan fans berat Inter sekalipun tak dapat menyangkal pencapaian rival tersengit mereka. Walaupun faktanya bahwa Inter, Napoli dan bahkan Roma telah menjalani transfer musim panas yang solid, Juve tetap favorit terdepan untuk menjuarai Scudetto musim depan.
Sungguh sebuah musim panas yang sibuk bagi Juventus. Musim 2015 lalu cukup mendesak, dengan hengkangnya Andrea Pirlo, Carlos Tévez dan Arturo Vidal, yang diikuti transfer masuk Paulo Dybala, Sami Khedira, Mario Mandžukić, Alex Sandro dan Simone Zaza.
Namun bagaimana dengan membayar sebuah rekor klub senilai €90 juta untuk Gonzalo Higuaín, di samping juga mengamankan Miralem Pjanić, Dani Alves, Marko Pjaca, Medhi Benatia dan Mario Lemina, lalu menjual Paul Pogba untuk sebuah rekor dunia senilai €110 juta ke Manchester United? Seorang pemain yang mereka dapatkan secara gratis 4 tahun yang lalu, membuat transfer Pogba sejauh ini merupakan yang paling menguntungkan dalam sejarah.
Kembalinya Si Nyonya Tua dari abu Calciopoli dan Serie B sangat mengesankan. Bahkan fans berat Inter sekalipun tak dapat menyangkal pencapaian rival tersengit mereka. Walaupun faktanya bahwa Inter, Napoli dan bahkan Roma telah menjalani transfer musim panas yang solid, Juve tetap favorit terdepan untuk menjuarai Scudetto musim depan.
Pun demikian, orang-orang kelihatannya belum memahami bahwa hanya orang bodoh yang mengejek I bianconeri. Terbukti bagaimana Juve merangkak balik dari Serie B hingga memenangi 5 titel juara Serie A secara beruntun, sambil mencoba mencetak rekor juara 6 kali beruntun. Klub asal Turin ini dulu terbakar habis rata dengan tanah, diejek dan ditertawai oleh saingan, yang berharap Juve akan pergi untuk waktu yang lama.
Tapi Si Nyonya Tua tak demikian dan kini mereka kembali lagi, beraksi dalam bursa transfer sebagaimana tak dapat dilakukan oleh klub Italia lainnya. Tapi banyak orang yang lupa dan ejekan sekali lagi muncul.
Lihat saja bagaimana media sosial meledak saat muncul gambar Higuaín yang tak begitu ramping dalam debutnya bersama Juve melawan West Ham.
Sang pemain Argentina telah disebut sebagai transfer gagal, mengabaikan fakta bahwa dia baru saja berlatih selama lebih dari seminggu setelah menikmati liburan yang layak. Tak bisa kah seseorang diberi sedikit sela sesekali?
Tambahan lagi, penyerang berusia 28 tahun ini tidak pernah merupakan pemain dengan tipe fisik monster, dia lebih mengandalkan otaknya daripada perutnya untuk mencetak gol. Higuaín tak diragukan lagi akan bergumul di awal bersama Juventus, mecoba mencari tempat dalam sebuah tim baru dan formasi baru. Tapi mengejek Juventus karena menghabiskan banyak uang padanya sebelum laga resmi pertamanya? Terlalu cepat.
Lanjut ke penjualan Pogba. Kehilangan gelandang Prancis ini akan melukai Juventus, yang akan merindukan kreatifitas, lari, atletisitas dan kemampuan merebut bola yang dimilikinya. Namun transfernya sedang dibuat dari berbulan sebelumnya dan tak terhindarkan. Menolak uang sebesar itu tidak mungkin bagi pemain dan klub. Jadi semuanya masuk akal pada akhirnya.
Tapi sekali lagi, beberapa tawa muncul soal Juve "kehilangan pemain terbaiknya", menyerahkan keunggulan dalam balapan Scudetto, dan trolling (ejek-ejekan) Pogba selama berbulan-bulan sebelum akhirnya meninggalkan klub. Bodoh, sebagaimana Juve telah melapisi sebagian besar kualitas Pogba dan hanya perlu mencari seorang gelandang untuk hadir dan mengganti atribut defensif Pogba. Dalam hal kreatifitas, Pjanić jauh lebih cocok sambil menunggu Claudio Marchisio sembuh dari cederanya.
Jangan kaget bila Juventus mengumumkan transfer tambahan dalam waktu dekat, karena klub ini telah bersiap untuk apapun. Tidak seperti kebanyakan klub top Italia lainnya.
Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel berbahasa Inggris di football-italia.net
Tapi Si Nyonya Tua tak demikian dan kini mereka kembali lagi, beraksi dalam bursa transfer sebagaimana tak dapat dilakukan oleh klub Italia lainnya. Tapi banyak orang yang lupa dan ejekan sekali lagi muncul.
Lihat saja bagaimana media sosial meledak saat muncul gambar Higuaín yang tak begitu ramping dalam debutnya bersama Juve melawan West Ham.
Sang pemain Argentina telah disebut sebagai transfer gagal, mengabaikan fakta bahwa dia baru saja berlatih selama lebih dari seminggu setelah menikmati liburan yang layak. Tak bisa kah seseorang diberi sedikit sela sesekali?
Tambahan lagi, penyerang berusia 28 tahun ini tidak pernah merupakan pemain dengan tipe fisik monster, dia lebih mengandalkan otaknya daripada perutnya untuk mencetak gol. Higuaín tak diragukan lagi akan bergumul di awal bersama Juventus, mecoba mencari tempat dalam sebuah tim baru dan formasi baru. Tapi mengejek Juventus karena menghabiskan banyak uang padanya sebelum laga resmi pertamanya? Terlalu cepat.
Lanjut ke penjualan Pogba. Kehilangan gelandang Prancis ini akan melukai Juventus, yang akan merindukan kreatifitas, lari, atletisitas dan kemampuan merebut bola yang dimilikinya. Namun transfernya sedang dibuat dari berbulan sebelumnya dan tak terhindarkan. Menolak uang sebesar itu tidak mungkin bagi pemain dan klub. Jadi semuanya masuk akal pada akhirnya.
Tapi sekali lagi, beberapa tawa muncul soal Juve "kehilangan pemain terbaiknya", menyerahkan keunggulan dalam balapan Scudetto, dan trolling (ejek-ejekan) Pogba selama berbulan-bulan sebelum akhirnya meninggalkan klub. Bodoh, sebagaimana Juve telah melapisi sebagian besar kualitas Pogba dan hanya perlu mencari seorang gelandang untuk hadir dan mengganti atribut defensif Pogba. Dalam hal kreatifitas, Pjanić jauh lebih cocok sambil menunggu Claudio Marchisio sembuh dari cederanya.
Jangan kaget bila Juventus mengumumkan transfer tambahan dalam waktu dekat, karena klub ini telah bersiap untuk apapun. Tidak seperti kebanyakan klub top Italia lainnya.
Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel berbahasa Inggris di football-italia.net
No comments:
Post a Comment