Pages

Monday, August 15, 2016

Dapatkah Juventus Dihentikan?

Sudah menjadi tim untuk dikalahkan, musim panas yang sibuk makin menguatkan skuad dahsyat Juventus, tulis Luca Cetta.


Serangkaian pembelian yang dilakukan oleh Juventus musim panas ini menjelaskan segalanya. Dengarkan para pemain dan pelatih Massimiliano Allegri dan mereka akan mengatakan hal yang sama. I bianconeri ingin menjuarai Liga Champions. Mereka ingin Cawan Suci Eropa, setelah terakhir kali mengamankan tropi tersebut lebih dari dua dekade lalu.

Sementara mengejar Si Kuping Besar, Juventus juga mengejar sekeping sejarah Sepakbola Italia. Tak pernah sebelumnya ada klub yang menjuarai Scudetti enam kali beruntun. Telah memperkuat skuad yang sudah dominan, Si Nyonya Tua berada dalam posisi terdepan untuk mencatatkan namanya ke dalam buku sejarah.


I bianconeri telah menuai hasil dari musim panas yang sibuk. Daftar pemain yang datang mengagumkan: Miralem Pjanić, Dani Alves, Medhi Benatia, Marko Pjaca dan Gonzalo Higuaín. Juve mengurus area-area yang diperlukan dalam skuad.
Blok pertahanan BBC yang pelit, terdiri atas Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini, kini punya pelapis sepadan, Stephan Lichtsteiner mendapat "rekan kriminal", Pjanić menambah sentuhan berkelas di lini tengah, antusiasme tak terkekang Pjaca di lini serang. Yang paling mengejutkan dari semuanya adalah kedatangan Higuaín dari Napoli. Raksasa Turin menebus klausul rilisnya, meninggalkan Neapolitan tak berdaya untuk menghentikan transfer. Dia ingin mengulang 36 gol brilian yang menakutkan pada kampanye musim lalu.

Namun ada celah untuk diisi. Saga berkepanjangan Paul Pogba diakhiri dengan sang gelandang kembali bergabung bersama Manchester United untuk sebuah rekor transfer sedunia senilai €105 juta, setelah 4 musim sukses di Turin. Álvaro Morata juga kembali ke bekas klubnya Real Madrid. Juventus berharap Pjaca bisa menyediakan percikan yang diberikan Juan Cuadrado dari sisi sayap, mengingat sang pemain Kolombia sekarang sudah kembali ke Chelsea. Ada juga cedera Claudio Marchisio untuk dipertimbangkan, di mana si gelandang kunci diperkirakan tidak akan pulih dari operasi lutut hingga November. Hal ini menaruh beban pada Pjanić agar cepat nyetel. Bagaimana lini tengah beraksi hingga Marchisio kembali akan menjadi penting bagi Juve.

Tak diragukan lagi Juventus tetap menjadi tim untuk dikalahkan. Setelah bangkit dari awal buruk musim lalu, mereka memenangi 24 dari 25 laga untuk merebut Scudetto. Mereka juga berhasil mempertahankan Coppa Italia. Sekarang I bianconeri telah membeli kartu as dari Napoli dan Roma, hal ini menambah level dari kedalaman skuad yang tak tersaingi di Serie A.
Dipimpin oleh Gianluigi Buffon yang tanpa cela bersama pertahanan tembok batanya, Juve akan berharap pemain macam Alex Sandro dan Paulo Dybala untuk membangun awal kampanye yang mengesankan. Sami Khedira, Patrice Evra dan Mario Mandžukić juga akan memiliki peranan penting. Keadaan saat ini menambah harapan di Turin bahwa jurang pemisah tak dapat disangkal. Fans merespon dengan membuat rekor pembelian 29.300 tiket terusan Stadion Juventus.

Allegri lebih bahagia dengan persiapan pra-musim kini daripada 12 bulan yang lalu, di mana dia merasakan pergantian skuad dan jadwal awal musim menghambat tim. Dia tidak mengharapkan hambatan serupa di musim 2016-17, sebagaimana Juventus mencoba menambah setengah dekade dominasi mereka.
Kejayaan Eropa adalah sebuah target, namun akankah ada juga yang bertaruh melawan Juve menulis ulang sejarah Serie A?

Pelatih - Massimiliano Allegri 

Seperti Antonio Conte, Allegri mengejar hat-trick Scudetti. Conte belum sempat bertahan melalui kekacauan musim panas lalu dan memimpin skuad yang terus menerus bertambah kuat. Mampu beradaptasi dalam taktiknya dan dengan pendekatan menarik, Allegri bisa merasakan sekeping sejarah dalam genggaman Juve dan dirinya.

Pemain Bintang - Gianluigi Buffon 
Pemain datang dan pergi, tapi Buffon tetap konstan. Fondasi di mana tim Juventus ini dibangun, sang kapten tetap sebuah figur integral di antara tiang gawang. Buffon terus memukau dan di usia 38 tahun dia belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Penyelamatannya menyamai poin-poin penting yang dikumpulkan.

Pembelian Terbaik - Miralem Pjanić 
Si Nyonya Tua tidak benar-benar sedang butuh transplantasi jantung, tapi dengan sekali sambar transfer Pjanić memindahkan pusat detak jantung lini tengah Roma ke Turin. Juventus bersyukur karenanya, si pemain Bosnia menambah visi, kreatifitas dan mungkin di atas segalanya keahlian bola mati ke salah satu lini tengah paling dominan di Serie A.
 
Prospek Azzurri - Daniele Rugani 

Bek muda bertalenta ini adalah langganan Azzurrini (U23 Italia) dan dilaporkan merupakan pemain incaran Giampiero Ventura untuk dipromosikan ke timnas senior dalam 12 bulan ke depan. Rugani adalah cadangan di luar 23 pemain skuad Italia untuk EURO 2016, dan demikian juga halnya di level klub, dia mampu menggantikan salah satu dari bek BBC untuk jangka panjang bersama La Nazionale.
 

Satu yang Terlepas - Javier Mascherano
Sulit untuk mencari kekurangan dalam transfer Juventus. Tapi dengan Claudio Marchisio dalam proses pemulihan dari operasi lutut, Juve bisa saja memanfaatkan tubuh lain di lini tengah untuk memikul beban. Mereka sempat mengincar gelandang veteran Mascherano, tapi si pemain Argentina memutuskan untuk tinggal bersama Barcelona.
 

Kemungkinan Formasi
3-5-2: Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; DANI ALVES, Khedira, PJANIĆ, Marchisio, Evra; Dybala, HIGUAÍN


Prediksi - Scudetto


Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel berbahasa Inggris di football-italia.net

No comments: