Pages

Sunday, November 1, 2015

Akankah Derbi Menginspirasi Juventus?



Juventus memenangkan Derby della Mole secara dramatis sekali lagi. Luca Cetta berandai-andai apakah hal ini dapat menjadi sebuah katalis untuk sisa akhir musim.

Dengan tekanan intensif pada Massimiliano Allegri dan timnya yang sedang bermain buruk setelah kekalahan di tengah pekan saat tandang ke Sassuolo, Juventus membutuhkan respon positif pada derbi Turin yang maha penting ini. Namun hampir saja menjadi sebuah malam Halloween yang menakutkan untuk I bianconeri.

Tak ada Andrea Pirlo untuk membuat aksi heroik di akhir menit, namun pada hari sebelum sang Nyonya Tua berumur 118 tahun, Juan Cuadrado memulai pesta dengan sebuah gol gigih pada menit-menit akhir untuk meraih kemenangan.

Terpaksa untuk menjalani retret setelah "bencana" kekalahan di stadion Mapei pada Rabu lalu, Juve harus kembali ke jalur yang benar. Kekalahan kedua beruntun pada Derby della Mole akan meningkatkan tensi di sekeliling skuad dan juga akan beresiko bagi Allegri.

Pelatih mendapatkan apa yang dia butuhkan pada babak pertama. Sebuah penampilan yang meningkat banyak yang ditutup dengan gol ajaib Paul Pogba dari luar kotak penalti. Tembakannya membuat Daniele Padelli terpaku di tempat. Untuk pertama kalinya musim ini, sang juara bertahan mencetak gol di 20 menit pertama.

Hal ini lebih terlihat seperti penampilan Juventus melawan Atalanta, penampilan terbaik mereka di Serie A musim ini. Mereka kokoh dalam bertahan, dengan kembalinya Claudio Marchisio sebagai jangkar lapangan tengah. Alvaro Morata berkerja keras di sisi lapangan, sementara Paulo Dybala terlibat seketika itu juga. Bahkan kehilangan Sami Khedira di awal karena cedera hanya sedikit mempengaruhi ritme, sebagaimana I granata menciptakan sedikit peluang.

Namun ceritanya berubah total pada babak kedua. Kesampingkan sedikit kebingungan di waktu tambahan (sundulan Leonardo Bonucci yang menerpa mistar gawang sebelum gol dramatis pertama Juan Cuadrado untuk klub) Juventus hanya punya sedikit peluang untuk menciptakan gol. Bahkan, peluang-peluang terbaik datang dari kubu lawan.

Allegri sebelumnya meratapi timnya kebobolan dari tendangan bebas yang dapat dihindari pada laga melawan Sassuolo yang terbukti merugikan. Hal ini sudah menjadi tema sepanjang musim dan terjadi sekali lagi.

Hantaman Cesare Bovo 6 menit setelah jeda menyamakan kedudukan, setelah awalnya tendangan bebasnya dapat diblok. Sejak saat itu cuma Toro yang terlihat di depan gawang. Namun mereka berhadapan dengan Gianluigi Buffon.

Kapten Juve tidak memerlukan kostum untuk menunjukan bahwa dia adalah Superman. Penyelamatan-penyelamatannya yang berbicara. Kamil Glik 2 kali ditepis, termasuk sebuah penyelamatan luar biasa dari jarak dekat. Buffon selanjutnya membuat 2 kontribusi penting.

Seandainya Cuadrado tidak berada pada ujung umpan pendek dari pemain pengganti Alex Sandro, maka "pisau akan diasah". Itu adalah sebuah gol dramatis yang menyelubungi babak kedua yang lembut dari Juventus.

Umpan-umpan yang tidak tepat sasaran. Dan rintihan-rintihan frustasi terdengar nyaring, I granata bertumbuh tinggi. Giampiero Ventura mengatakan timnya bermain sesuai yang mereka inginkan selama 85 menit. Aura tak terkalahkan yang menyelimuti I bianconeri tahun-tahun belakangan ini telah lenyap (khususnya di Juventus Stadium di mana Udinese, Chievo dan Frosinone berhasil membawa pulang poin) dan terancam untuk tetap hilang lebih lama lagi.

Tapi mereka mendapatkan golnya. Dan Juventus musti menggunakan kemenangan yang meningkatkan kepercayaan diri ini untuk mulai menaiki tabel klasemen.
"Kemenangan ini membantu," aku Cuadrado. "Hal ini membakar kami lebih lagi untuk bermain bagus dan di benak kami sasarannya adalah melanjutkan kampanye ini untuk merapat pada posisi Scudetto."

Berada di posisi ke-10 saat ini, posisi tiga teratas masih jauh. Sasaran berikutnya adalah lolos ke fase gugur di Liga Champions saat melawat ke Borussia Monchemgladbach Rabu dini hari nanti.

Di kancah domestik, Juve punya serangkaian jadwal berat hingga natal, termasuk laga lawan Milan, Lazio dan Fiorentina.

Kesuksesan derbi Turin harus menjadi katalis untuk maju. Allegri menyebutnya sebuah "langkah maju."
Babak pertama menunjukkan apa yang mampu dilakukan Juventus, walaupun babak kedua mengungkapkan masih ada beberapa peningkatan penting yang harus dibuat.
Namun mereka bisa meraih lebih banyak dari sekedar 3 poin dari gol telat Cuadrado. Ini dapat menjadi titik balik untuk musim mereka.

Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel berbahasa Inggris dari link berikut:

No comments: