Wawancara Eksklusif Deschamps: "Juve, saya punya obat untuk Pogba.""Paul butuh ketenangan, dia harus diperlakukan seperti seorang manusia, bukan sebuah karakter. Selain jersey nomor 10, rambut Mohican... Dia harus berkontribusi pada fase bertahan, walaupun dia tidak menyukainya.Kembali ke I Bianconeri? Siapa tahu, saya salah pergi pada tahun 2006."Di Sassuolo, ini dia Zaza dan Dybala lagi.
Dalam wawancara eksklusif dengan koran TuttoSport, Deschamps mengungkapkan opininya tentang Paul Pogba dan tentang dirinya kembali ke Juventus.
Pogba
Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps membela Paul Pogba, namun mengakui pemain Juventus itu harus memberikan lebih pada pertahanan.
Sang gelandang telah dikritik atas performanya musim ini, banyak yang bilang dia berada di bawah tekanan jersey legendaris nomor 10 Juventus.
"Nomor itu bebas, saya tak tahu siapa yang mengambil keputusan. Hal yang penting adalah Paul tidak mengubah permainannya. Dia adalah pemain hebat, dia muda dan di luar lapangan orang-orang, para pemuda, menyukai dia, caranya berpakaian, model rambutnya...
Mereka membicarakannya, baik maupun buruk. Dia adalah seorang pemain hebat, bila dia bermain bagus di lapangan dia dapat melakukan hal-hal lain. Satu-satunya kebenaran ada di dalam lapangan."
"Saya tahu dia bukan pemain nomor 10, bukan penyerang lubang, dan saya selalu memberikannya kebebasan untuk maju ke depan (bersama timnas Prancis), tapi seorang gelandang harus bertahan.
Mungkin itu bukan hal yang paling dia sukai, tapi itu penting bagi tim."
"Awal musim dia? Kamu tidak bisa selalu berada pada 100%. Juve kehilangan 3 pemain penting musim panas ini (Pirlo, Vidal & Tévez).
Para pemain berkualitas lainnya datang, namun kamu tak dapat meminta mereka melakukan hal yang sama seperti tim yang sudah bermain bersama selama 2 atau 3 tahun."
Deschamps juga mengakui bahwa Pogba kayaknya akan meninggalkan Turin suatu hari, tapi dia bersikeras bahwa dia tak ada hubungannya dengan keputusan Pogba untuk bertahan di Juve musim panas ini.
"Pemain dapat berganti tim setiap hari, dia bisa pergi musim panas lalu, tapi hal itu tak terjadi. Saya juga dengar bahwa hal itu terserah pada saya, tapi tidak, itu adalah pilihan pribadinya.
Dia tentunya akan pergi suatu hari, pada suatu titik, tapi saya tidak tahu kapan.
Seorang pemain hebat dapat bermain di manapun dia mau, Italia, Spanyol, Inggris..."
Kembali ke Juventus
Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps bersikeras "tak ada penyesalan" atas masa kepelatihannya di Juventus, namun dia tak memungkiri untuk kembali suatu hari nanti.
Sang mantan gelandang mengambil alih kursi kepelatihan di Turin ketika klub terdegradasi ke Serie B sebagai bagian dari skandal Calciopoli, dan menuntun I bianconeri kembali ke Serie A. Namun, dia mengundurkan diri setelah mengunci gelar juara Serie B dengan sisa 2 laga.
"Itu adalah pilihanku, kesalahanku. Pada saat itu saya pikir itu adalah keputusan yang tepat, namun saya tak punya penyesalan. Kamu tak bisa hidup di masa lalu, dan saya sangat bangga atas apa yang saya lakukan sebagai pemain.
Sebagai pelatih, saya tiba pada suatu situasi yang amat sulit di Serie B dan saya bawa Juventus ke Serie A. Dari sudut pandang pribadi dan olahraga itu adalah tahun yang positif.
Sayangnya, itu tidak berakhir sesuai yang saya bayangkan, tapi itu pilihan saya.
Mengapa saya gunakan kata 'kesalahan'? Pada saat itu, itu adalah satu-satunya pilihan yang tepat bagiku, pada akhirnya kamu berhenti dan berpikir, dan kamu merefleksikan.
Saya tak akan kembali pada argumen yang menuntun saya membuat keputusan itu, tapi saya menyadari dunia sepakbola tidak paham dan tidak bisa paham.
Saya menanggungnya, karena orang-orang di sekeliling dunia bertanya-tanya mengapa seseorang yang membawa klub ke Serie A malah pergi. Mungkin para direktur ini menerima jawaban yang salah?
Itu adalah sesuatu yang tetap menjadi bagian dari pengalamanku."
Deschamps lalu ditanya apakah dia pernah mempertimbangkan kembali ke bangku cadangan Juventus.
"Kamu tidak dapat menulis cerita yang sama, saya tidak tahu, tidak mungkin untuk dikatakan. Saat ini saya merasa baik dalam perananku sebagai pelatih timnas dan saya harap untuk melakukannya selama mungkin.
Kamu selalu bisa menulis cerita lain, namun saya tidak bisa melihat masa depan."
Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel berbahasa Inggris dari link berikut:
No comments:
Post a Comment