Ini adalah musim yang berat bagi Juventus. Juara bertahan sekaligus juara 4 musim terakhir dihantam badai cedera dan belum sempat menyesuaikan diri pada kehidupan tanpa para pemain kunci yang pergi selama bursa transfer musim panas.
Hasil pergumulan itu terlihat jelas. Setelah hanya kalah 4 laga sepanjang tahun lalu, Juve sudah kalah 3 kali tahun ini. Mereka hanya menang 2 kali di liga, dan setelah 8 laga, mereka ada di posisi ke-14, tertinggal 9 poin dari pimpinan klasemen Fiorentina dan 8 poin dari posisi ke-3 (Liga Champions). [artikel ini dibuat sebelum kemenangan vs Atalanta]
Kemungkinan untuk masuk ke Liga hampions musim depan dengan memenangkan tropi tersebut masih terbuka. Tim ini telah berubah dengan performa lebih baik di Eropa, namun tetap saja, dengan adanya tim seperti Bayern Munchen, akan menjadi sulit.
Masih ada waktu untuk I bianconerri untuk membetulkan arah kapal, namun mereka perlu untuk mengatasi beberapa masalah agar hal itu dapat terjadi.
Apa yang perlu dibetulkan? Ada 3 masalah terbesar yang harus dihadapi Juve sejauh musim ini.
BEK SAYAP KANAN
Pada kekuatan penuh, bek kanan Juve sangatlah kuat. Lichtsteiner dan Cáceres merupakan talenta luar biasa. Keduanya opsi kelas dunia pada sayap kanan. Keduanya dapat bermain sebagai bek sayap (full back) tradisional atau sebagai bek-gelandang sayap (wing back) pada 3-5-2 seandainya Massimiliano Allegri memutuskan memakai skema itu.
Sayangnya, keduanya tak dapat bermain belakangan ini. Cáceres harus berjibaku dengan cedera sejak Oktober musim lalu. Dia masih tidak bisa dimainkan untuk setidaknya 1 minggu setelah keseleo pergelangan kaki pada laga bersama timnas Uruguay.
Hitung juga skorsing dari internal tim untuk sang pemain setelah dia menabrakkan Ferrarinya pada akhir September dalam sebuah kecelakaan yang diduga akibat berkendara dalam keadaan mabuk (kecelakaan ke-2 dia dalam 1 tahun) dan kali berikut dia bermain dalam seragam Juventus akan menjadi kali pertama fans melihat dia dalam sebulan.
Situasi Lichtsteiner sedikit lebih menakutkan. Setelah menderita kesulitan bernapas pada laga versus Frosinone bulan lalu, dia didiagnosa mengidap aritmia jantung ringan dan sudah dioperasi pada 2 Oktober.
Sejak itu, ada kebingungan perihal klaim dan klaim bantahan seberapa lama dia akan absen. Kardiologis ternama dunia Bruno Caru (tidak ikut dalam operasi Lichtsteiner) mengklaim bahwa setelah operasi dia harus absen 6 bulan sebelum kembali berlaga. Fiorenzo Gaita, yang melakukan operasi, membantah, mengatakan dia hanya perlu sebulan untuk pemulihan jika tak ada halangan.
Bisa dimengerti bahwa komunitas medis sengaja keliru pada sisi kewaspadaan bila berhubungan dengan sakit jantung. Kasus Piermario Morosini masih menghantui situasi seperti ini. Itulah mengapa Biabiany menghabiskan setahun di pinggir lapangan. Namun selama keributan berapa lama Lichtsteiner akan absen berlanjut, Juventus perlu bertindak.
Dengan absennya Lichtsteiner dan Cáceres, Juve beroperasi tanpa bek kanan. Hal ini memaksa Allegri untuk memainkan 3-5-2 hibrida, dengan Cuadrado pada sayap kanan. Hal ini jelas bahwa sepanjang tahun lalu bahwa itu bukanlah formasi andalan Allegri, dan menggunakan Barzagli sebagai bek sayap hanya bisa menjadi solusi sementara.
Juventus perlu mendapatkan cadangan untuk posisi itu pada Januari. Saat Cáceres kembali, dia akan membutuhkan seorang cadangan bila Lichtsteiner absen untuk jangka waktu yang lama. Hingga saat itu, mereka perlu fokus menjaga kesehatan Cáceres hingga jeda musim dingin. Bila laga Rabu melawan Borussia adalah suatu indikasi, yaitu 3-5-2, sebagaimana tahun lalu, tidak berjalan baik di bawah Allegri sebagaimana dulu berjalan di bawah Conte.
PENYELESAIAN AKHIR
Kendati mendominasi sepakbola Italia, sukses Juve sejak kedatangan Conte pada 2011 sering dikarakterisasikan dengan 1 kelemahan besar: penyelesaian akhir yag buruk.
Sebelum kedatangan Carlos Tévez pada musim 2013-14, para penyerang Juve tidak tajam. Pada 2 musim pertama Conte, top skorernya adalah Marchisio (2011-12) dan Vidal (2012-13). [Catatan saya: Marchisio top skorer Juve di semua kompetisi bersama Vucinic & Matri dengan 10 gol]. Itulah sebabnya mengapa seorang penyerang top seperti Tevez ada di puncak daftar belanja direktur Giuseppe Marotta.
Sayangnya, kepergian Tévez telah menyebabkan terulangnya masalah itu. Para penyerang Juve baru mencetak 5 gol di liga dan top skorer mencetak 3 gol di mana 2 adalah penalti.
Laga Liga Champions hari rabu melawan Borussia adalah contoh nyata buruknya tembakan yang dilepaskan para penyerang Juve. Tim melepaskan 22 tembakan hanya 2 yang tepat sasaran yang mana semuanya dilakukan oleh tembakan jarak jauh Pogba dari lapangan tengah.
Sementara itu, Mandžukić dan Morata menyianyiakan beberapa peluang. Morata dikatakan antara terlalu egois dan tidak cukup egois, tapi cedera yang mengganggu telah mencegahnya bermain sejak awal di setiap laga.
Tak bisa dipungkiri bahwa Morata satu-satunya yang konstan di lini depan Juve sejauh ini. Allegri belum memberikannya seorang rekan yang konsisten sepanjang musim, dan penyerang yang bermain paling bagus dengannya yaitu Dybala entah karena suatu alasan tidak mendapatkan menit bermain yang cukup.
Bila pergantian terus menerus di lini depan berhenti, Morata dan siapapun rekan jangka panjang yang dia dapatkan (kemungkinan Dybala) perlu waktu untuk membangun kecocokan yang dipunyai duet Tévez-Morata musim lalu atau duet Tévez-Llorente 2 musim lalu. Itu akan menghasilkan gol-gol. Namun sekarang khususnya, mereka tak boleh menyianyiakan peluang di depan gawang.
CEDERA
Cedera telah menjadi masalah besar bagi Juventus sepanjang tahun. Terlepas dari Cáceres, Lichtsteiner dan Morata, Mandžukić, Barzagli, Sturaro, Khedira dan Marchisio sudah melewatkan masa-masa penting musim ini. Asamoah baru saja kembali dari cedera besar yang mengambil hampir seluruh musimnya tahun lalu.
Cedera-cedera itu telah memperburuk masalah kecocokan yang timbul dari kehilangan-kehilangan yang Juve alami di bursa transfer. Lini tengah terpengaruh khususnya, sebagaimana Sturaro dan Lemina dilempar ke dalam laga panas dan Padoin juga digunakan sebagai perangkat darurat.
Melihat Pogba bermain berlebihan, mencoba terlalu banyak dengan bola di kakinya. Dengan kembalinya Khedira dan Marchisio terlihat Pogba lebih tenang dan mulai lebih bermain tak melebihi kemampuannya.
Sekarang Allegri punya tim yang lengkap, dengan pengecualian 2 bek kanan. Maju terus, dia peru fokus ke arah tersebut. Salah satu masalah terbesarnya di AC Milan adalah masalah cedera berkepanjangan. Dengan pentingnya membangun kecocokan setelah begitu banyak perubahan sepanjang musim panas, maka masalah cedera yang sama pada Juve akan berarti menggali kuburan sendiri.
Semoga masalah-masalah ini dapat segera diatasi. Jika bisa teratasi, Juve dapat menyusun kembali musim mereka. Jika tidak, akan menjadi sebuah tahun yang sulit ke depannya.
Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel berbahasa Inggris dari link berikut:
http://bleacherreport.com/articles/2581868-3-biggest-worries-for-juventus-201516-season-so-far
Cedera-cedera itu telah memperburuk masalah kecocokan yang timbul dari kehilangan-kehilangan yang Juve alami di bursa transfer. Lini tengah terpengaruh khususnya, sebagaimana Sturaro dan Lemina dilempar ke dalam laga panas dan Padoin juga digunakan sebagai perangkat darurat.
Melihat Pogba bermain berlebihan, mencoba terlalu banyak dengan bola di kakinya. Dengan kembalinya Khedira dan Marchisio terlihat Pogba lebih tenang dan mulai lebih bermain tak melebihi kemampuannya.
Sekarang Allegri punya tim yang lengkap, dengan pengecualian 2 bek kanan. Maju terus, dia peru fokus ke arah tersebut. Salah satu masalah terbesarnya di AC Milan adalah masalah cedera berkepanjangan. Dengan pentingnya membangun kecocokan setelah begitu banyak perubahan sepanjang musim panas, maka masalah cedera yang sama pada Juve akan berarti menggali kuburan sendiri.
Semoga masalah-masalah ini dapat segera diatasi. Jika bisa teratasi, Juve dapat menyusun kembali musim mereka. Jika tidak, akan menjadi sebuah tahun yang sulit ke depannya.
Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel berbahasa Inggris dari link berikut:
http://bleacherreport.com/articles/2581868-3-biggest-worries-for-juventus-201516-season-so-far
No comments:
Post a Comment