Pages

Thursday, November 12, 2015

Mandžukić Harus Membuktkan Diri Setelah Rehat


Ada banyak alasan di balik buruknya start Juve musim 2015/16, di mana I bianconeri telah kalah 3 kali di Serie A, jumlah kekalahan yang sama sepanjang musim lalu.

Lini pertahanan tetap menjadi yang terutama di antara beberapa kekhawatiran yang dihadapi Massimiliano Allegri, tapi sang pelatih juga menghadapi masalah di depan. Pertanyaan besar telah diajukan tentang pemanfaatan Paulo Dybala, namun dengan 5 gol hanya dari 700 menit bermain, keraguan itu telah ditepis.

Memang, ketika mencari seorang pemain Juventus yang paling perlu membuktikan diri saat kompetisi klub berlanjut bulan ini, Mario Mandžukić kelihatan sebagai kandidat sempurna. Tiba dari Atlético Madrid awal musim panas ini, menurut situs resmi klub, sang penyerang Kroasia ditebus dengan mahar €19 juta dan menandatangani kontrak 4 tahun.

Mandžukić mencetak gol melawan Manchester City di Liga Champions dan melawan Lazio pada Piala Super Italia, tapi dia belum membuktikan kepantasan nilai transfernya setelah hanya mencetak 2 gol dalam 9 laga Serie A hingga saat ini saat melawan Atalanta dan Empoli.

Hanya sedikit kontribusinya saat laga melawan lawan tangguh seperti Inter atau AS Roma, khususnya bermain jelek melawan Roma. Selama 62 menit bermain di ibukota Italia, menurut WhoScored.com Mandžukić hanya12 kali menyentuh bola, menyelesaikan 5 dari 10 operan dan gagal membuat sekalipun tembakan ke gawang.

Dia bermain lebih baik pada kekalahan tandang ke Sassuolo, dengan sumber yang sama menunjukkan dia berhasil membuat 18 sentuhan dan hanya membuat sekali tembakan ke gawang di saat I bianconeri sedang dalam kedudukan tertinggal. Ini sungguh tak dapat diterima dari pemain sekaliber dirinya, dan mantan pemain Bayern Munich harus memberi lebih bagi seragam Juventus.

Walaupun dia memainkan peran yang lebih menonjol melawan Empoli, kualitas yang diharapkan dari Mandžukić gagal diwujudkan. Walaupun WhoScored menunjukkan dia berhasil membuat banyak sekali sentuhan (41), twit di bawah menunjukkan betapa buruk performanya di Stadion Carlo Castellani.

Dia membuat 5 tembakan, dengan usaha bertubinya yang menghasilkan gol penyeimbang menjadi satu-satunya usahanya yang tepat sasaran, cuma berhasil menang 2 dari 6 duel udara dan melakukan 5 pelanggaran selama pertandingan.

Menurut data Squawka.com, Mandžukić memiliki akurasi tendangan 31% pada musim 2015/16, turun jauh dibandingkan musim sebelumnya, yaitu 51% bersama Atléti musim lalu dan 69% bersama Bayern musim sebelumnya lagi. Mandžukić mencetak 26 gol lalu 20 gol bersama Bayern dan Atléti pada musim-musim tersebut, dan dia akan membutuhkan peningkatan dramatis bila dia mau mencapai angka tersebut kali ini.

Namun Allegri bersikeras bahwa dia meminta lebih dari sang pemain daripada sekedar masuk ke papan skor, sebagaimana yang disampaikan pada konferensi pers pekan lalu.
"Saya meminta banyak dari Mario. Dia telah menunjukkan apa yang dapat dilakukannya pada awal musim, sekarang dia cuma butuh kembali melakukan apa yang terbaik dilakukannya," kata bos Juve.

Namun walaupun mengkaji Mandžukić sebagai pemain pekerja keras yang selalu menekan lawan juga terlihat sedikit gagal. Menurut angka WhoScored.com, dia membuat rataan 0,8 tekel dan 0,1 intersepsi yang mana jauh di bawah hasil musim sebelumnya, artinya dia berkontribusi jauh lebih sedikit dari yang dibutuhkan oleh timnya.

Ketika kompetisi klub berlanjut, Juventus menghadapi laga-laga sulit melawan Milan dan Manchester City, dan mereka tentunya akan membutuhkan Mario Mandžukić yang sebenarnya paling tidak satu kali bila mereka ingin meraih 2 kemenangan.

Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel berbahasa Inggris dari link berikut:
http://bleacherreport.com/articles/2587518-why-mario-mandzukic-is-the-juventus-player-with-most-to-prove-after-break 

No comments: