“Perasaan pertamaku adalah kesadaran bahwa aku telah tiba di klub yang sangat penting. Aku cukup beruntung bisa datang dari Chelsea, yang selama beberapa tahun terakhir telah menjadi sebuah klub yang sangat penting namun dengan sejarah yang berbeda. Di sini ada sejarah yang lebih panjang, sementara yang Chelsea punyai baru saja. Lalu, lebih dari klub, perasaan diciptakan oleh orang-orang, dan tadi malam aku melihat sekelompok orang dengan mentalitas dan determinasi hebat, yang mana luar biasa. Kesanku adalah Juventus adalah klub dengan harmoni hebat dan terpadu.”
“Pergi ke luar negeri merupakan keputusan yang telah aku pikirkan untuk beberapa saat, dan setelah melakukannya, aku menyadari bahwa itu merupakan pengalaman yang luar biasa. Jelas bahwa kini Liga Primer adalah liga terbaik di dunia dalam hal visibilitas dan level teknik yang sangat tinggi, dengan fasilitas hebat. Atmosfir dalam stadion fantastis, semua fans beramai-ramai pergi ke stadion, menunjukkan dukungannya dalam jumlah besar, bersama anak-anak dan keluarga di seluruh penjuru tribune. Liga Inggris sangat kuat dan kita harus mengejar mereka. Semoga kita bisa merapatkan jarak dan kembali ke posisi kita 20 tahun yang lalu, saat Liga Italia menjadi titik referensi bagi sepak bola di seluruh dunia.”
“Ada faktor profesional dan personal yang membuatku berpikir setelah pengalaman luar biasa di luar negeri, ini saatnya bagiku untuk kembali. Jadi, aku mulai memikirkan ide tentang kembali. Juventus adalah klub yang paling gigih untuk mendapatkan aku. Hal ini sangat berpengaruh bagiku dan sesuatu yang membuatku mengambil keputusan cepat untuk datang kemari ke sebuah klub besar, yang sampai setahun yang lalu merupakan saingan hebat dan tim yang aku lawan dengan dahsyat karena Anda tak bisa memikirkan tentang mengalahkan Juve jika Anda tak memberikan 120%. Determinasi yang ditunjukkan oleh para direktur ini membantu meyakinkan aku dengan cepat.”
“Pengalamanku akan membantu. Ada kemajuan sementara tapi ada juga kemajuan dalam hal kualitas klub dan pemain yang telah aku latih. Jelas bahwa dengan pengalaman Anda menyadari bahwa pada klub tertentu dengan pemain tertentu, beberapa hal tak akan berhasil seperti yang terjadi di klub lain. Aku perlu untuk menyampaikan filosofi sepak bolaku, tapi semakin naik jenjang di dunia sepak bola semakin pula harus menghormati karakteristik dari para pemainku. Jika aku punya 3 putra, ketika mereka bertumbuh, mereka akan menjadi 3 karakteristik yang berbeda, dan sama halnya dengan melatih skuat yang berbeda, dan sebenarnya bagus bahwa mereka semuanya berbeda.”
“Lebih mudah bagi seorang pemain hebat untuk menjadi seorang pelatih hebat daripada sebaliknya. Saat seorang pelatih memulai kariernya pada usia 35 tahun, dia berpikir dia bisa memiliki beberapa jenis pengaruh, lalu dengan pengalaman dia menyadari bahwa dia memiliki pengaruh sampai pada titik tertentu, tapi untuk melampauinya kualitas para pemain menjadi penentu. Para pemain lebih penting bagiku daripada aku bagi mereka, kecuali aku menghadapi pemain muda yang masih bisa aku bentuk dan kembangkan.”
“Kemenangan selalu merupakan hasil dari kerja keras. Aku mewarisi hal yang sulit untuk diikuti sebagaimana Juve adalah klub yang sudah menang banyak. Akan menjadi sulit dalam 5 tahun ke depan untuk mengulangi hasil dari 5 tahun terakhir, sebagaimana juga rekor yang telah dicapai. Oleh karenanya, kami harus mencoba untuk melupakan semua tanggung jawab ini, bersenang-senang dan menghibur sambil memperpanjang rentetan kemenangan ini dan merasakan bermain di Eropa sebagaimana seharusnya. Maksudku Juve menang dan berlimpah di Italia membuatku berpikir hal ini seharusnya juga terjadi di Eropa, tapi sayangnya Serie A tidak seperti itu. Juventus pada level Eropa mewakili 1 dari 10 klub top, namun faktanya ada 5 tim Inggris dalam 10 klub top tadi membantu kita menyadari akan perbedaan antara level yang ada saat ini. Jelas bahwa kita sedang bicara tentang perbedaan pada liga-liga yang ada, tapi saat aku bangun di pagi hari, cuma ada satu tujuan; menang!”
“Allianz adalah stadion yang padat dan ramah, yang mana meninggalkan sensasi di mana aku merasa seolah ini milikku sendiri. Dengan kedekatan ini, berdasarkan gaya Inggris, aku sangat menyukainya dan aku pikir aku akan merasa tenteram di sini.”
“Ini adalah skuat di mana aku harus menghormati karakteristik dari para pemain yang bisa menjadi penentu kemenangan, dan tujuannya adalah menguasai bola sebanyak mungkin. Namun, ini cuma sebuah gaya permainan dan aku ingin melihat tim menjaga karakteristik yang telah diberikan Max karena tim dia memberikan kesan bahwa Anda bisa mengatasi mereka pada titik tertentu dalam laga dan tiba-tiba terjadi hal yang sebaliknya yaitu Anda akan kalah. Memiliki kemampuan ini untuk tetap solid pada masa-masa sulit dan kemudian menghancurkan lawan dalam 10 menit supremasi merupakan kualitas yang sangat penting saat Anda harus menang. Jelas bahwa filosofi permainan bisa berbeda, tapi kami tak perlu menghapus 99% hal positif yang telah dimiliki Juve sebelumnya.”
“Aku tak ingin mengecewakan Anda, tapi ini hal yang telah aku mulai sejak masih melatih di liga rendah, saat seorang jurnalis menanyakan berapa banyak taktik yang kumiliki untuk bola mati. Aku jawab: 'banyak', dia bertanya: '30?' dan aku bercanda bilang: 'lebih, mungkin 33!' Dan lalu si 'Mr. 33' mulai menyeriusi guyonan dengan seorang jurnalis! Aku menunjukkan semua pemainku banyak taktik berbeda untuk bola mati, seperti yang dilakukan oleh banyak tim, dan tentunya kami terus menggunakannya untuk 2-3 laga atau terkadang kami menggantinya setiap laga.”
“Dari aspek kepelatihan, ini akan menjadi musim yang sangat menarik, karena Antonio Conte kembali berada di klub besar, Giampaolo akhirnya mendapat kesempatannya di klub besar, yang mana pantas dia dapatkan bertahun sebelumnya. Ada Ancelotti di Napoli dan kedatangan Fonseca, yang menurut pendapatku merupakan seorang pelatih muda yang pantas mendapatkan banyak perhatian. Di Sassuolo ada De Zerbi, yang merupakan salah satu pelatih muda yang sedang naik pamor. Aku tak tahu bagaimana semua negosiasi lainnya akan berakhir dan aku tak ingin meninggalkan siapapun, tapi pergerakan para pelatih telah membuat kita merasa seperti kita bisa memulai sesuatu yang baru dan membuat beberapa perubahan.”
“Sebelumnya aku berbicara tentang pengalaman pentingku di Inggris, di mana ada sepak bola level tinggi yang mana saat ini tak tertandingi di Eropa. Namun, kami masih memiliki keuntungan kecil yaitu organisasi klub dan cara pandang taktikal & teknikal, di mana kami masih bisa melakukan lebih. Namun, jika jarak kian lebar dari sisi ekonomi, maka jelas mustahil untuk mengejar mereka.”
“Pergi ke luar negeri merupakan keputusan yang telah aku pikirkan untuk beberapa saat, dan setelah melakukannya, aku menyadari bahwa itu merupakan pengalaman yang luar biasa. Jelas bahwa kini Liga Primer adalah liga terbaik di dunia dalam hal visibilitas dan level teknik yang sangat tinggi, dengan fasilitas hebat. Atmosfir dalam stadion fantastis, semua fans beramai-ramai pergi ke stadion, menunjukkan dukungannya dalam jumlah besar, bersama anak-anak dan keluarga di seluruh penjuru tribune. Liga Inggris sangat kuat dan kita harus mengejar mereka. Semoga kita bisa merapatkan jarak dan kembali ke posisi kita 20 tahun yang lalu, saat Liga Italia menjadi titik referensi bagi sepak bola di seluruh dunia.”
“Ada faktor profesional dan personal yang membuatku berpikir setelah pengalaman luar biasa di luar negeri, ini saatnya bagiku untuk kembali. Jadi, aku mulai memikirkan ide tentang kembali. Juventus adalah klub yang paling gigih untuk mendapatkan aku. Hal ini sangat berpengaruh bagiku dan sesuatu yang membuatku mengambil keputusan cepat untuk datang kemari ke sebuah klub besar, yang sampai setahun yang lalu merupakan saingan hebat dan tim yang aku lawan dengan dahsyat karena Anda tak bisa memikirkan tentang mengalahkan Juve jika Anda tak memberikan 120%. Determinasi yang ditunjukkan oleh para direktur ini membantu meyakinkan aku dengan cepat.”
“Pengalamanku akan membantu. Ada kemajuan sementara tapi ada juga kemajuan dalam hal kualitas klub dan pemain yang telah aku latih. Jelas bahwa dengan pengalaman Anda menyadari bahwa pada klub tertentu dengan pemain tertentu, beberapa hal tak akan berhasil seperti yang terjadi di klub lain. Aku perlu untuk menyampaikan filosofi sepak bolaku, tapi semakin naik jenjang di dunia sepak bola semakin pula harus menghormati karakteristik dari para pemainku. Jika aku punya 3 putra, ketika mereka bertumbuh, mereka akan menjadi 3 karakteristik yang berbeda, dan sama halnya dengan melatih skuat yang berbeda, dan sebenarnya bagus bahwa mereka semuanya berbeda.”
“Lebih mudah bagi seorang pemain hebat untuk menjadi seorang pelatih hebat daripada sebaliknya. Saat seorang pelatih memulai kariernya pada usia 35 tahun, dia berpikir dia bisa memiliki beberapa jenis pengaruh, lalu dengan pengalaman dia menyadari bahwa dia memiliki pengaruh sampai pada titik tertentu, tapi untuk melampauinya kualitas para pemain menjadi penentu. Para pemain lebih penting bagiku daripada aku bagi mereka, kecuali aku menghadapi pemain muda yang masih bisa aku bentuk dan kembangkan.”
“Kemenangan selalu merupakan hasil dari kerja keras. Aku mewarisi hal yang sulit untuk diikuti sebagaimana Juve adalah klub yang sudah menang banyak. Akan menjadi sulit dalam 5 tahun ke depan untuk mengulangi hasil dari 5 tahun terakhir, sebagaimana juga rekor yang telah dicapai. Oleh karenanya, kami harus mencoba untuk melupakan semua tanggung jawab ini, bersenang-senang dan menghibur sambil memperpanjang rentetan kemenangan ini dan merasakan bermain di Eropa sebagaimana seharusnya. Maksudku Juve menang dan berlimpah di Italia membuatku berpikir hal ini seharusnya juga terjadi di Eropa, tapi sayangnya Serie A tidak seperti itu. Juventus pada level Eropa mewakili 1 dari 10 klub top, namun faktanya ada 5 tim Inggris dalam 10 klub top tadi membantu kita menyadari akan perbedaan antara level yang ada saat ini. Jelas bahwa kita sedang bicara tentang perbedaan pada liga-liga yang ada, tapi saat aku bangun di pagi hari, cuma ada satu tujuan; menang!”
“Allianz adalah stadion yang padat dan ramah, yang mana meninggalkan sensasi di mana aku merasa seolah ini milikku sendiri. Dengan kedekatan ini, berdasarkan gaya Inggris, aku sangat menyukainya dan aku pikir aku akan merasa tenteram di sini.”
“Ini adalah skuat di mana aku harus menghormati karakteristik dari para pemain yang bisa menjadi penentu kemenangan, dan tujuannya adalah menguasai bola sebanyak mungkin. Namun, ini cuma sebuah gaya permainan dan aku ingin melihat tim menjaga karakteristik yang telah diberikan Max karena tim dia memberikan kesan bahwa Anda bisa mengatasi mereka pada titik tertentu dalam laga dan tiba-tiba terjadi hal yang sebaliknya yaitu Anda akan kalah. Memiliki kemampuan ini untuk tetap solid pada masa-masa sulit dan kemudian menghancurkan lawan dalam 10 menit supremasi merupakan kualitas yang sangat penting saat Anda harus menang. Jelas bahwa filosofi permainan bisa berbeda, tapi kami tak perlu menghapus 99% hal positif yang telah dimiliki Juve sebelumnya.”
“Aku tak ingin mengecewakan Anda, tapi ini hal yang telah aku mulai sejak masih melatih di liga rendah, saat seorang jurnalis menanyakan berapa banyak taktik yang kumiliki untuk bola mati. Aku jawab: 'banyak', dia bertanya: '30?' dan aku bercanda bilang: 'lebih, mungkin 33!' Dan lalu si 'Mr. 33' mulai menyeriusi guyonan dengan seorang jurnalis! Aku menunjukkan semua pemainku banyak taktik berbeda untuk bola mati, seperti yang dilakukan oleh banyak tim, dan tentunya kami terus menggunakannya untuk 2-3 laga atau terkadang kami menggantinya setiap laga.”
“Dari aspek kepelatihan, ini akan menjadi musim yang sangat menarik, karena Antonio Conte kembali berada di klub besar, Giampaolo akhirnya mendapat kesempatannya di klub besar, yang mana pantas dia dapatkan bertahun sebelumnya. Ada Ancelotti di Napoli dan kedatangan Fonseca, yang menurut pendapatku merupakan seorang pelatih muda yang pantas mendapatkan banyak perhatian. Di Sassuolo ada De Zerbi, yang merupakan salah satu pelatih muda yang sedang naik pamor. Aku tak tahu bagaimana semua negosiasi lainnya akan berakhir dan aku tak ingin meninggalkan siapapun, tapi pergerakan para pelatih telah membuat kita merasa seperti kita bisa memulai sesuatu yang baru dan membuat beberapa perubahan.”
“Sebelumnya aku berbicara tentang pengalaman pentingku di Inggris, di mana ada sepak bola level tinggi yang mana saat ini tak tertandingi di Eropa. Namun, kami masih memiliki keuntungan kecil yaitu organisasi klub dan cara pandang taktikal & teknikal, di mana kami masih bisa melakukan lebih. Namun, jika jarak kian lebar dari sisi ekonomi, maka jelas mustahil untuk mengejar mereka.”
No comments:
Post a Comment