BLOG: Mandzukic one of a kind
— footballitalia (@footballitalia) August 10, 2019
Mario Mandzukic doesn’t appear to be part of Maurizio Sarri’s plans, but @vilizar_yakimov thinks #Juventus would be wrong to lose the big Croat so easily https://t.co/ZSfjzW8yei #MUFC #FCBayern #BVB #SerieA pic.twitter.com/xeypKvMu3b
Mario Mandžukić kelihatannya tak menjadi bagian dari rencana Maurizio Sarri, namun Vilizar Yakimov berpikir Juventus salah jika melepas si raksasa Kroasia dengan begitu mudahnya.
Setelah memulai bursa transfer musim panas dengan kuat, kesepakatan transfer Juventus kelihatannya berbelok dengan aneh.
Juve melepas João Cancelo ke Manchester City dalam pertukaran di mana Danilo pindah ke Turin begitu juga dengan €30 juta yang masuk ke rekening bank Si Nyonya Tua. Memang si pemain tim nasional Portugal tak pernah benar-benar memenuhi potensinya di bawah arahan Massimiliano Allegri, dia salah satu pemain yang diharapkan bisa sukses di bawah arahan Maurizio Sarri.
Pertukaran Cancelo–Danilo tidak diterima dengan baik oleh tifosi Juve, tapi percobaan Juve untuk melego Paulo Dybala ke Manchester United untuk ditukar dengan Romelu Lukaku dianggap oleh banyak orang sebagai hal yang benar-benar gila.
Namun, kepergian kedua pemain tersebut dapat dicarikan alasan pembenarannya, yaitu walaupun keduanya merupakan pemain dengan teknik tinggi dalam skuat, Dybala dan Cancelo juga bisa dibilang sebagai dua pemain yang paling tidak konsisten dalam tim Juventus musim lalu. Bukan rahasia lagi bahwa Juve mengincar seorang penyerang tengah elit, Sarri jelas tak senang dengan penyerang yang dia miliki saat ini.
Tak senang dengan lini depan berisi pemain macam Cristiano Ronaldo, Dybala, Gonzalo Higuaín dan Mario Mandžukić menunjukkan betapa Sarri dimanjakan ketika membuat pilihannya. Namun, dengan hanya CR7 yang sudah memastikan tempatnya di tim, Juventus kelihatannya sedang menyiapkan sebuah revolusi di lini serang mereka.
Higuaín terlihat seperti bukan lagi dirinya beberapa tahun yang lalu, sementara Dybala telah menjadi pemain yang tidak cocok secara taktik di bawah Allegri dan kelihatannya Sarri juga tak yakin akan perannya dalam tim. Namun rumor transfer seputar Mario Mandžukić telah memecah belah fans.
Meski jelas bahwa dia bukan "tipe pemain Sarri", Mandžukić jarang tampil mengecewakan saat mengenakan seragam hitam putih. Si pemain Kroasia bisa dibilang satu-satunya pemain yang berhasil meningkatkan permainannya setelah kedatangan Ronaldo, sedangkan mayoritas rekan-rekannya di lini depan kesulitan.
Mandžukić menyelesaikan musim lalu sebagai topskorer kedua Juve dengan 10 gol dan 6 assist, walaupun didera sejumlah cedera dan beberapa kali dimainkan bukan pada posisi aslinya. Sementara Dybala juga mencetak jumlah gol yang sama, etos kerja Mandžukić dan pergerakannya tanpa bola terbukti instrumental bagi Juventus dalam beberapa musim terakhir.
Bukanlah kebetulan bahwa absennya Mandžukić dan Chiellini dalam putaran kedua melawan Ajax, berakibat kurangnya kepemimpinan yang terbukti fatal bagi Juve, sebagaimana sang juara Belanda mengungguli dan akhirnya mengeliminasi tim Allegri.
Pada April lalu, si pemain 33 tahun diperpanjang kontraknya oleh Juventus hingga 2021, yang mana menunjukkan betapa dramatisnya perubahan di klub setelah kedatangan Sarri. Tak seperti Dybala dan Higuaín, Mandžukić tak memiliki nilai transfer yang tinggi seperti yang dimiliki oleh para pemain Argentina tersebut.
Kendati demikian, Mandžukić tampaknya akan dilepas, Juve mantap ingin melego dua dari tiga pemain yang disebut di atas. Sementara Juve erat dikaitkan dengan Mauro Icardi, kedatangan si ex-kapten Inter sesungguhnya tak berarti bahwa Mandžukić tak bisa mendapat tempat dalam tim, khususnya jika salah satu dari Dybala atau Higuaín dijual.
Si raksasa Kroasia menawarkan paket berbeda dibandingkan dengan para koleganya, dia tak egois, berpengalaman dan kuat dalam duel udara membuatnya sebagai sebuah opsi berharga dalam banyak posisi. Bisa dibilang kualitas terbaik Mandžukić adalah kemampuannya mengeluarkan yang terbaik dari rekan-rekannya, di mana pergerakannya dan permainannya sering menciptakan ruang di lini belakang lawan.
Seringkali bersedia mengorbankan dirinya demi kepentingan tim, si veteran telah menjadi pilar bagi Juventus dalam beberapa musim terakhir. Bisa dilihat dia sering turun ke belakang hingga ke bendera sepak pojok untuk menekel lawan, lalu maju menerjang ke depan untuk memulai serangan. Dia ada di mana-mana.
Memang Mandžukić tak bisa menjadi instrumental bagi Juventus-nya Sarri sebagaimana yang dia lakukan di bawah Max Allegri, pengalaman dan keuletannya akan tetap membuatnya menjadi bagian penting dari tim.
Dalam dunia sepak bola modern di mana semua pemain menjadi makin dan makin egois, bisa dibilang bahwa pemain seperti Mandžukić hampir punah. Mengingat betapa sulitnya untuk menemukan pemimpin natural dalam laga modern, akan menjadi kesalahan besar bagi Juventus untuk melepas pemain besar mereka dengan begitu mudahnya.
Artikel ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari artikel di kolom football-italia.net
No comments:
Post a Comment