BLOG: Finding Bernardeschi's place @jstevensfootbal on fitting in the new #Juventus buy https://t.co/FPG9c8SLYV #Fiorentina #SerieA pic.twitter.com/3SWvElWzdt— footballitalia (@footballitalia) July 25, 2017
Juventus memiliki salah satu talenta terpanas di Italia, tulis Jack Stevens, namun di mana tempat yang cocok buat Federico Bernardeschi?
Sakit hati fans Fiorentina di seluruh dunia atas berita transfer Federico Bernardeschi ke Juventus, namun bagi Juventini pertanyaannya tetap: di mana tempat yang cocok bagi pemain berusia 23 tahun tersebut?
Lahir dan dibesarkan di jantung Tuscany, karir cemerlang Bernardeschi tak didapatkannya begitu saja. Retak pergelangan kaki pada 2014 dan dipinjamkan ke Crotone menjadi fondasi bagi pemain yang dibeli Juventus untuk €40 juta.
Sementara Fiorentina terus berkubang dalam pasir hisap, Juventus melihat peluang terbuka dan memantapkan pandangan pada si prospek asal Italia. Padahal baru saja di bulan Maret dia menolak memegang syal Juventus pada saat siaran langsung sebuah wawancara. Sungguh sebuah penolakan keras yang sering dikaitkan dengan "musuh lama" merupakan suatu keindahan bagi fans Viola. Namun dia merasa siap untuk menguji dirinya pada panggung terbesar dan sesungguhnya dia sudah terlalu besar buat seragam ungunya.
Nilai sejati Bernardeschi terletak pada keserba-bisaan dia. Dia adalah pemain premium, pemain internasional Italia dengan teknik mengagumkan dan kesadaran spasial. Kekurangannya adalah pengalaman, petualangannya kadang membuatnya terbuai dalam gocekan semrawut yang berakhir buntu.
Dengan dimainkan terutama sebagai gelandang sayap pada musim 2015/16 dalam formasi 3-4-1-2 nya Paulo Sousa, enerji dan gocekannya menyediakan daya dorong serangan sempurna dan mencerminkan Marcos Alonso di sisi sebelah yang secara de-facto lebih ke bek sayap. Kegunaannya lebih ke tengah, sering dalam posisi nomor 10, pada musim lalu mengindikasikan Sousa yakin permainan Bernardeschi adalah multi-segi. Dia mampu bermain menjajaki bola di antara lini juga mengubahnya langsung menggocek ke pertahanan lawan.
Secara taktis, kedatangan Bernardeschi di Stadion Allianz menarik setidaknya. Seandainya kepergian Bonucci terbukti penting dalam redesain sistem Allegri menuju musim baru, maka pendekatan "Swiss Army Knife" milik Bernardeschi dalam laga bisa saja terbukti sangat berguna.
Faktor-faktor ini bertepatan dengan fakta bahwa Bernardeschi adalah bagian kunci dari pemain muda dengan talenta luar biasa dari deretan pemain internasional Italia di masa yang akan datang. Sejarah Juventus dan silsilah dengan pemain Italia di atas segalanya, inflasi gila-gilaan saat ini di bursa transfer yang sungguh konyol, harga €40 juta terlihat murah.
Pun begitu, kejeniusan Allegri beralih ke 4-2-3-1 musim lalu untuk mengakomodasi talenta serangan yang dimilikinya menghadirkan masalah tempat di tim inti baginya. Kedatangan Douglas Costa dan tingkat kerja Mandžukić yang tak terusik kiranya akan melengkapi muslihat si pemain Brasil pada sisi sebelah, Bernardeschi menghadapi sebuah jalan buntu.
Reinkarnasi Dybala sebagai nomor 10 di belakang Higuaín melengkapi kuartet musim lalu. Seandainya Allegri memilih gelandang sayap, tiada opsi lebih baik daripada Cuadrado dan Alex Sandro. Hal ini meninggalkan masalah sementara bagi Bernardeschi, yang mungkin akan kesulitan di awal untuk mendapatkan waktu bermain dalam posisi reguler.
Sementara sebagian besar basis fans Viola menyalahkan formasi 3-4-2-1 Sousa yang timpang, Bernardeschi tampil cemerlang di belakang penyerang. Seandainya Allegri memilih untuk mengadopsi sistem nomor 10 ganda, Dybala bisa mendapatkan dirinya tandem bersama Bernardeschi. Sungguh potensi serangan yang akan membuat Juventini ngiler, dan dipasangkan dengan kerserba-bisaan dia yang disebut di atas, opsi untuk fleksibilitas membuat Bernardeschi sungguh merupakan sebuah pembelian luar biasa.
Ada argumen kuat bahwa Bernardeschi bisa saja menjadi transfer terpenting Juventus yang dibuat Juventus sepanjang musim. Si mantan pemain Fiorentina menghadirkan dilema taktis buat Allegri, namun pastinya ada masalah-masalah yang jauh lebih buruk bila didapatkan.
No comments:
Post a Comment