What Douglas Costa gives #Juventus @joeantonioc confident buy from #FCBayern will be a success https://t.co/ZMO7HAv1k9 pic.twitter.com/g8kbQII7YG— footballitalia (@footballitalia) July 12, 2017
Setelah Douglas Costa resmi merampungkan kepindahannya dari Bayern München ke Juventus, Football Italia melihat apa yang akan dia tambahkan pada sang pemilik Scudetto.
Tulisan: Joseph Ciraco
Tulisan: Joseph Ciraco
Juventus akhirnya masuk ke bursa transfer. Setelah malu-malu di bursa transfer sejauh ini, yang mana membuat banyak Juventini frustasi, Juve akhirnya membuat pergerakan signifikan untuk musim yang akan datang. Sang Juara Italia telah mengontrak Douglas Costa dari Bayern München lewat metode peminjaman dengan kewajiban beli di tahun depan. Total biayanya di kisaran €40an juta (pinjam €6 juta + wajib tebus €40 juta + bonus performa €1 juta).
Douglas Costa ke Juventus sudah dirumorkan selama berbulan-bulan dan kesepakatan akhirnya tercapai. Dengan pemain-pemain macam Renato Sanches dan Kingsley Coman sedang timbul di Allianz Arena serta Franck Ribéry dan Arjen Robben masih memimpin sebagai pemain inti, sulit bagi si pemain Brasil untuk membuat dampak. Dengan Juve baru saja melepas Dani Alves pada awal musim panas ini, kesepakatan tersebut masuk akal bagi kedua pihak.
Douglas Costa ke Juventus sudah dirumorkan selama berbulan-bulan dan kesepakatan akhirnya tercapai. Dengan pemain-pemain macam Renato Sanches dan Kingsley Coman sedang timbul di Allianz Arena serta Franck Ribéry dan Arjen Robben masih memimpin sebagai pemain inti, sulit bagi si pemain Brasil untuk membuat dampak. Dengan Juve baru saja melepas Dani Alves pada awal musim panas ini, kesepakatan tersebut masuk akal bagi kedua pihak.
Apakah yang didapatkan Juventus dari seorang pemain seperti Douglas Costa? Mereka perlu pengganti Dani Alves dalam atribut serangan terutama di Liga Champions. Costa adalah pemain sayap yang sangat cepat, mengkombinasikan kecepatan & kelincahan dan bisa lebih cepat lagi saat dia harus melakukannya.
Dengan Alves bisa dibilang pemain kunci di fase akhir Liga Champions musim lalu, Si Nyonya Tua akan berharap Costa menggantikan tempat kompatriotnya itu.
Kecepatan adalah bagian penting dari sistem Max Allegri sebagaimana posisi selalu maju mendesak ke depan dan kembali ke belakang saat kehilangan bola. Costa juga hebat menggocek dan piawai mengirim umpan silang.
Juventus punya isu dengan umpan silang musim lalu sebelum beralih ke formasi 4-2-3-1, dan bahkan setelah peralihan tersebut masih ada ruang untuk berkembang.
Kualitas umpan silang yang tersedia tidak cukup memadai untuk pemain seperti Higuaín dan Mandžukić yang mengintai di kotak penalti. Hal ini bahkan belum mempertimbangkan umpan terobosan bagi Dybala yang melesat dari belakang yang sudah menunjukkan presisi hebat dengan tembakannya dari sekitar kotak penalti.
Costa serba bisa sebagaimana dia cepat. Dia bisa bermain di kedua sayap yang mana memberikan Max Allegri beberapa opsi untuk melanjutkan formasi 4-2-3-1 "bintang 5" dia pada musim ini.
Seandainya Federico Bernardeschi, target yang diisukan, juga tiba di Turin, Douglas Costa bisa bermain di sayap kiri. Dengan Marko Pjaca menepi setidaknya hingga Oktober, Juventus perlu kedalaman di sektor sayap. Berusia 27 tahun pada September, Douglas Costa sedang berada di puncak karirnya.
Setelah diabadikan dengan kultur juara di Shakhtar Donetsk dan Bayern München, Douglas Costa secara sempurna cocok dengan filosofi klub dan tradisi juara.
Hal ini oleh karenanya menjadi sebuah pembelian hebat bagi I bianconeri sebagaimana mereka mendapatkan seorang pemain sayap dalam masa primanya dengan wawasan taktis dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk bersaing demi trebel sekali lagi pada musim 2017/18.
No comments:
Post a Comment