Pages

Friday, December 2, 2016

Wawancara Higuaín dengan Corriere della Sera


Higuaín disorot karena tampil kelebihan berat badan dalam debutnya bersama Juve di laga persahabatan pra-musim melawan West Ham United, namun pemain berbanderol €90 juta ini sudah mencetak 9 gol dalam 18 penampilan kompetitif pertamanya, sembari beraksi dalam bentuk tubuh yang lebih ramping.


Apa impian Anda?
“Impianku? Memenangkan banyak piala bersama Juventus. Saya ingin mengembalikan kepercayaan mereka kepadaku dengan mencetak banyak gol dan mencapai banyak kemenangan. Sebagai seorang manusia, saya ingin memulai sebuah keluarga, menemukan istri yang tepat dan menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya. Saat saya meninggalkan sepakbola, saya ingin dikenang akan apa yang saya lakukan.”

Apa liga tersulit dalam hal mencetak gol? 
“Saya pikir Serie A.

Apakah gol pertama Anda bagi Juve terasa membebaskan? 
“Saya sudah mencetak lebih dari 300 gol selama karirku, jadi itu tidak terasa membebaskan. Tapi itu memang musim panas yang sulit. Mereka membantai saya. Mereka bilang saya bermain jelek dan lain-lain. Lalu saya mencetak gol dan saya seketika berada dalam bentuk yang baik. Saya tidak memahaminya.”

Apakah Anda terganggu dengan kritik soal berat badan?
“Tidak, namun bila siapapun punya keraguan, mereka bisa meminta data fisik dari pelatih saya, yang sangat senang dengan upayaku. 
Dari luar, orang-orang berkata Juve kuat, mereka memenangkan 25 laga beruntun dan seterusnya. Lalu saya datang kemari dan berkata kepada diri sendiri: ‘wow’.
Ada para pemain di sini yang sudah memenangkan banyak piala tapi masih tetap memiliki hasrat untuk menang lebih banyak lagi. Ini hal yang menular dan memberikan saya hasrat untuk berkembang.
Melihat Buffon dan Barzagli memberikan segalanya untuk sepakbola membuat perbedaan. Inilah mentalitas yang membawamu jauh.
Saya bergabung dengan sebuah tim di mana rekan-rekan setim, pelatih dan taktik masih baru buatku dan itu seperti yang kubayangkan: saya sudah mencetak 9-10 gol dalam 19 laga, saya hampir selalu memainkan setiap laga dan saat saya harus duduk di bangku cadangan, saya duduk di bangku cadangan.
Saya dengan rendah hati memahami keputusan pelatih. Bagaimanapun juga, kami satu-satunya tim yang berada di puncak Liga domestik dan grup Liga Champions.”

Bagaimana dengan Scudetto?
“Sekarang itu tergantung apakah kami terus menang atau kalah. Kami unggul 4 poin di puncak klasemen. Bila kami kalah, itu karena kami berbuat salah. Sederhana.


Bagaimana dengan Liga Champions?
“Kami harus banyak berkembang dalam hal cara kami bermain, tapi kami memiliki pemain-pemain yang cukup mumpuni untuk melakukannya.
Kami juga wajib masuk ke lapangan dengan sikap yang benar, berkebalikan dengan apa yang kami lakukan di Genoa.”

Bagaimana dengan ambisi menjadi capocannoniere?
“Hal terpenting adalah memenangkan gelar juara, itulah sebabnya saya berada di sini. Lalu, jika saya mencetak banyak gol, hal itu bahkan lebih baik lagi. Sayangnya saya sudah memecahkan rekor 35 gol, yang sudah bertahan selama 50 tahun.”

Bagaimana kondisi Anda sekarang?
“Saya terkena hantaman di atas lutut, tapi saya baik-baik saja sekarang: saya merasa bugar 100%, saya sudah berkembang dalam berbagai hal dan saya sadar bahwa rekan-rekan setimku dan pelatih-pelatih senang dengan apa yang saya lakukan.

Bagaimana hubungan Anda dengan Allegri?
“Tenteram. Kami masih saling mengenal satu sama lain, tapi ada rasa respek yang besar.”

Higuaín menikmati 3 musim subur bersama Napoli sebagai pengganti Edinson Cavani tapi lalu dimaki-maki oleh pendukung klub atas keputusannya bergabung ke Juventus rival Napoli di Serie A pada musim panas barusan, walaupun dia tidak merayakan gol saat menjebol gawang I Partenopei pada Oktober lalu.
“Saya dibesarkan dengan suatu cara dan saya sudah memutuskan sebelum laga untuk bereaksi sebagaimana yang saya lakukan. Hal itu tidak berarti saya tidak ingin menang, tapi saya seorang pria yang tidak melupakan apa yang telah saya lakukan dan apa yang telah saya terima, dan di Napoli mereka memberikan saya banyak hal dan membantu saya berkembang.
Itu adalah tanda terima kasih kepada skuad, pelatih dan fans. Seusai laga, saya merayakan bersama Juve karena mereka juga pantas menerimanya demi respek dan cinta yang mereka berikan pada saya.”
[Tidak ada ucapan terima kasih untuk Aurelio De Laurentiis, pemilik klub Napoli.]


Apakah Anda sebelumnya sempat berada dalam pesawat yang sama yang jatuh di Kolombia, yang membunuh hampir seluruh skuad Chapecoense?
“Ya. Apa yang terjadi mengerikan. Dukacita saya untuk keluarga dan orang terkasih yang ditinggalkan.

Benarkah Anda sakit Meningitis di usia 10 bulan?
“Mereka tidak memberitahu saya semuanya, tapi itu hal serius. Berkat para dokter dan keluargaku, saya akhirnya baik-baik saja.

Apakah Anda orang yang religius?
“Saya percaya pada Tuhan. memiliki Paus orang Argentina adalah sumber kebanggaan, suatu hal yang mendalam. Saya cukup beruntung bisa mengenalnya, dia kelihatan seperti seorang pria yang memancarkan ketentraman yang hebat.”

Apa yang ingin Anda ubah di dunia ini? 
Bahwasannya tak ada lagi begitu banyak kematian yang sia-sia.

Anda masuk televisi untuk mengakui impian Anda bergabung dengan Ral Madrid?
Hal itu adalah impian setiap orang dan saya membuatnya jadi kenyataan, plus di mana saya berada kini, terima kasih berkat kekuatan mental yang saya miliki.

Siapakah paman Claudio Zacarias?
“Dia pamanku. Sebuah bom meledak di kamar ganti timnya (San Lorenzo) dan melukai tangannya. Dia lalu pulih. Dia penting bagiku, dia adalah seorang panutan.


Bagaimana dengan van Nistelrooy?
“Dia bilang sesuatu padaku selama suatu periode di mana saya tidak mencetak gol. Dan itu benar. Kamu mencoba, tapi tidak berhasil. Dan saat hal itu berhasil, semuanya berjalan sekaligus. Seperti saos. Itu adalah sebuah anekdot yang indah.
 
Saya percaya tiada manusia yang sempurma, bahkan para pemain terbaik di dunia pun tidak sempurna, jadi saya selalu ingin belajar. Kadang sulit untuk menerima kritikan, tapi butuh kerendah-hatian untuk mendengarkan, untuk mencoba berkembang lagi. 

Apakah sepakbola seperti seni? 
Tentu saja. Saat kamu mencetak sebuah gol indah, dari gerakan 5-6 sentuhan yang gagal dihentikan lawanmu, itu adalah seni. 

Apakah Anda melihat sepakbola seperti ini karena ibu Anda seorang seniman?
“Ya, saya pikir demikian. Dia adalah seorang pelukis: dia melukis, kebanyakan lukisan abstrak. Karena saya mengidap meningitis, hubunganku dengan ibuku spesial. Dialah yang mengurus tanganku dan membawaku ke rumah sakit: karena dialah saya berada di sini hari ini.
 

Artikel ini adalah terjemah dari artikel berbahasa Inggris di football-italia.

No comments: