The brother of #Juventus starlet Moise Kean reveals difficult childhood as "our father left us for another family" https://t.co/2bgvH1aLu4 pic.twitter.com/vkYGewWkJ1— footballitalia (@footballitalia) November 25, 2016
16-year-old Moise Kean "has agreed a new contract with #Juventus and will sign" reveals his brother https://t.co/9GyZEKfDM8 pic.twitter.com/giRKApPLS4— footballitalia (@footballitalia) November 25, 2016
Giovanni Kean, 23 tahun, kakak dari Moise Kean, saat ini bermain untuk FBC Finale 1908 di Serie D, dia sudah bilang sebelumnya jika Moise awalnya adalah penggemar Milan.
Setelah menyaksikan adiknya yang berumur 16 tahun melakukan debut melawan Pescara sabtu lalu, Giovanni bergelimang air mata. Namun apakah air matanya terhenti sampai di situ?
"Untuk saat ini iya, saya mulai menangis setelah gol pertama. Memang, sehari sebelumnya dia menjajal lapangan," beber si penyerang ke Gazzetta dello Sport. "Melawan Pescara merupakan perasaan luar biasa: impian setiap anak diwujudkan oleh adikku. Tapi itu adalah air mata kebebasan setelah semua yang kami lewati."
"Moise menyaksikan hal-hal yang seharusnya tak pernah dilihat anak kecil. Itu bukan masa kanak-kanak yang mudah: ayah kami meninggalkan kami demi keluarga lain. Selama bertahun-tahun dia tak ada, sebuah panggilan telepon setiap 4 bulan dan tak ada kasih sayang saat kami membutuhkannya."
"Anda tak bisa melakukan ini, Anda bisa berpisah, tapi anak tetaplah anak dan bukan sekedar mainan. Ibu kami seorang perawat dan dia banting tulang untuk memastikan kami tak kekurangan apapun."
"Moise menderita menghabiskan waktu sendirian tiap petang, tapi sepakbola telah menolongnya. Ciccio Grabbi, mantan penyerang Juve dan pelatih tim muda adalah bapa seraninya. Dia membawa Moise liburan bersama keluarganya sebagai pelarian kecil."
"Tak diragukan bahwa ayah kami mendoakan yang terbaik bagi kami, tapi terlalu mudah bila ingin merajut kembali sebuah hubungan sekarang hanya karena putranya sedang menjadi pemain besar. Dan mungkin itu karena putranya menghasilkan uang yang sangat banyak."
"Ibu kami? Dia mengikuti Moise kemana pun, ketertarikannya pada pendidikan Moise sangat parah. Hal itu terlihat di mana putranya mendapatkan respek dari setiap orang, dari pekerja gudang hingga pelatih."
"Pengajaran ini, digabungkan dengan kesulitan masa kecil, membuatnya bertumbuh: dia seorang bocah tapi di dalamnya dia jauh lebih dewasa dari 16 tahun."
Seperti apa Moise sebagai seorang manusia?
"Dia riang, cerah dan sejak usia muda dia memiliki suatu fiksasi, dia memutar video musik dan mulai berdansa. Dia suka hip hop dan rap. Saat dia kembali ke sini di Asti, kami pergi bersama teman-teman ke jalanan dan dia larut bersama musik."
"Sebagai seorang bocah dia suka salto jumpalitan yang dilakukan Martins di Inter. Lalu paman kami, yang penggemar besar AC Milan, memberikannya sedikit rasa setia pada I rossoneri. Tapi sesungguhnya, kini hanya ada Juve."
Namun pemain mana yang mengingatkan Moise akan dirinya?
"Dia adalah campuran yang menarik, sedikit seperti Panther, mirip dengan Henry."
"Tapi dia juga punya kegigihan yang menginatkanku akan Tévez, hasrat ganas untuk menguasai bola. Bila dia memiliki suatu peluang, dia mengejarnya ke manapun itu untuk merebutnya. Namun, di depan gawang dia dingin bagaikan Balotelli.
"Sejarah penuh dengan orang yang sudah memiliki talenta pada usia 16 tahun, tapi pupus pada usia 18. Itu sebabnya Moise tahu dia belum melakukan apapun."
"Dia harus bekerja dengan intensitas, keseriusan dan kerendahan hati. Bila dia berlaku baik, saya harap itu akan membantunya menyingkirkan rasisme dan rasa takut. hal itu akan meyakinkan orang-orang untuk bersorak padanya, dia 200% orang Italia."
"Balotelli adalah idolanya, tapi saya jamin bahwa dalam lapangan mereka berbeda: Moise berkorban, dia murah hati karena Juve mengajarkan ini padanya."
"Mereka melakukannya untuk membuat dia menjadi monster dan menempa pikirannya bahwa faktanya dia sedang berada di klub yang tepat yang akan membuatnya meledak."
"Juventini bisa yakin dengan tenang bahwa Raiola tak ingin membawanya pergi. Bila dia memang ingin melakukannya, dia sudah akan melakukannya."
"Mungkin di awal Juve tidak menyadari betapa kuatnya dia. Lalu dia hanya meminta sebuah kesepakatan yang adil. Kesepakatannya sudah disepakati, dan dalam waktu singkat dia akan menandatangani kontraknya."
Apa yang akan terjadi saat Paulo Dybala dan Marko Pjaca kembali dari cedera?
"Moise mengambil keuntungan dari absennya mereka, tapi saya tidak tahu apakah dia akan tetap di tim pertama, itu tergantung pada komitmennya."
"Tapi jangan melihat dari umurnya, sejak kecil dia sudah terbiasa bermain dengan anak yang lebih tua. Bahkan dia butuh untuk menaikkan batasnya, untuk ditempatkan di bawah pengamatan cermat bersama para pemain terkuat."
"Mungkin dia akan kembali ke tim muda, tapi dia baik-baik saja dengan para pemain senior. Dia tertawa terbahak bersama Sturaro dan dia menyukai Dybala dan Pjaca."
Di mana Anda melihat saudara Anda dalam 5 tahun mendatang?
"Di Juve: seorang nomor 9 seperti Higuaín. Dan juga bahagia dan bangga dalam seragam Azzurri."
Setelah menyaksikan adiknya yang berumur 16 tahun melakukan debut melawan Pescara sabtu lalu, Giovanni bergelimang air mata. Namun apakah air matanya terhenti sampai di situ?
"Untuk saat ini iya, saya mulai menangis setelah gol pertama. Memang, sehari sebelumnya dia menjajal lapangan," beber si penyerang ke Gazzetta dello Sport. "Melawan Pescara merupakan perasaan luar biasa: impian setiap anak diwujudkan oleh adikku. Tapi itu adalah air mata kebebasan setelah semua yang kami lewati."
"Moise menyaksikan hal-hal yang seharusnya tak pernah dilihat anak kecil. Itu bukan masa kanak-kanak yang mudah: ayah kami meninggalkan kami demi keluarga lain. Selama bertahun-tahun dia tak ada, sebuah panggilan telepon setiap 4 bulan dan tak ada kasih sayang saat kami membutuhkannya."
"Anda tak bisa melakukan ini, Anda bisa berpisah, tapi anak tetaplah anak dan bukan sekedar mainan. Ibu kami seorang perawat dan dia banting tulang untuk memastikan kami tak kekurangan apapun."
"Moise menderita menghabiskan waktu sendirian tiap petang, tapi sepakbola telah menolongnya. Ciccio Grabbi, mantan penyerang Juve dan pelatih tim muda adalah bapa seraninya. Dia membawa Moise liburan bersama keluarganya sebagai pelarian kecil."
"Tak diragukan bahwa ayah kami mendoakan yang terbaik bagi kami, tapi terlalu mudah bila ingin merajut kembali sebuah hubungan sekarang hanya karena putranya sedang menjadi pemain besar. Dan mungkin itu karena putranya menghasilkan uang yang sangat banyak."
"Ibu kami? Dia mengikuti Moise kemana pun, ketertarikannya pada pendidikan Moise sangat parah. Hal itu terlihat di mana putranya mendapatkan respek dari setiap orang, dari pekerja gudang hingga pelatih."
"Pengajaran ini, digabungkan dengan kesulitan masa kecil, membuatnya bertumbuh: dia seorang bocah tapi di dalamnya dia jauh lebih dewasa dari 16 tahun."
Seperti apa Moise sebagai seorang manusia?
"Dia riang, cerah dan sejak usia muda dia memiliki suatu fiksasi, dia memutar video musik dan mulai berdansa. Dia suka hip hop dan rap. Saat dia kembali ke sini di Asti, kami pergi bersama teman-teman ke jalanan dan dia larut bersama musik."
"Sebagai seorang bocah dia suka salto jumpalitan yang dilakukan Martins di Inter. Lalu paman kami, yang penggemar besar AC Milan, memberikannya sedikit rasa setia pada I rossoneri. Tapi sesungguhnya, kini hanya ada Juve."
Namun pemain mana yang mengingatkan Moise akan dirinya?
"Dia adalah campuran yang menarik, sedikit seperti Panther, mirip dengan Henry."
"Tapi dia juga punya kegigihan yang menginatkanku akan Tévez, hasrat ganas untuk menguasai bola. Bila dia memiliki suatu peluang, dia mengejarnya ke manapun itu untuk merebutnya. Namun, di depan gawang dia dingin bagaikan Balotelli.
"Sejarah penuh dengan orang yang sudah memiliki talenta pada usia 16 tahun, tapi pupus pada usia 18. Itu sebabnya Moise tahu dia belum melakukan apapun."
"Dia harus bekerja dengan intensitas, keseriusan dan kerendahan hati. Bila dia berlaku baik, saya harap itu akan membantunya menyingkirkan rasisme dan rasa takut. hal itu akan meyakinkan orang-orang untuk bersorak padanya, dia 200% orang Italia."
"Balotelli adalah idolanya, tapi saya jamin bahwa dalam lapangan mereka berbeda: Moise berkorban, dia murah hati karena Juve mengajarkan ini padanya."
"Mereka melakukannya untuk membuat dia menjadi monster dan menempa pikirannya bahwa faktanya dia sedang berada di klub yang tepat yang akan membuatnya meledak."
"Juventini bisa yakin dengan tenang bahwa Raiola tak ingin membawanya pergi. Bila dia memang ingin melakukannya, dia sudah akan melakukannya."
"Mungkin di awal Juve tidak menyadari betapa kuatnya dia. Lalu dia hanya meminta sebuah kesepakatan yang adil. Kesepakatannya sudah disepakati, dan dalam waktu singkat dia akan menandatangani kontraknya."
Apa yang akan terjadi saat Paulo Dybala dan Marko Pjaca kembali dari cedera?
"Moise mengambil keuntungan dari absennya mereka, tapi saya tidak tahu apakah dia akan tetap di tim pertama, itu tergantung pada komitmennya."
"Tapi jangan melihat dari umurnya, sejak kecil dia sudah terbiasa bermain dengan anak yang lebih tua. Bahkan dia butuh untuk menaikkan batasnya, untuk ditempatkan di bawah pengamatan cermat bersama para pemain terkuat."
"Mungkin dia akan kembali ke tim muda, tapi dia baik-baik saja dengan para pemain senior. Dia tertawa terbahak bersama Sturaro dan dia menyukai Dybala dan Pjaca."
Di mana Anda melihat saudara Anda dalam 5 tahun mendatang?
"Di Juve: seorang nomor 9 seperti Higuaín. Dan juga bahagia dan bangga dalam seragam Azzurri."
Artikel ini diterjemahkan dari artikel berbahasa Inggris di football-italia.net
No comments:
Post a Comment