Pages

Tuesday, September 6, 2016

Beban Harapan pada Higuaín


Setelah memecahkan rekor pada musim lalu di Napoli dan transfer €90 juta ke Juventus, Luca Cetta bertanya apakah Gonzalo Higuaín dapat mengulanginya di Turin.

Saat Juventus menghadapi Fiorentina di laga pembuka Serie A, mereka diharapkan tampil dengan beberapa pembelian termahal mereka. Ada kapten Gianluigi Buffon dan Paulo Dybala. Miralem Pjanić, pemain tambahan baru dalam daftar itu juga diharapkan tampil walaupun akhirnya disimpan Allegri yang tak ingin mengambil resiko.

Tapi pemain yang memuncaki daftar itu harus bermain dari bangku cadangan, sebagaimana pemain €90 juta Gonzalo Higuaín menonton Mario Mandžukić berpasangan dengan Dybala di lini serang. 

Hal ini tentunya menimbulkan tanda tanya pada pemain termahal keempat sepanjang masa. Dan hal ini akan terus mengikuti Higuaín dan pelatih Massimiliano Allegri – musim ini. Transfer besar ini memastikan tekanan pada sang penyerang untuk sukses di stadion Juventus, seperti yang telah dia lakukan secara luar biasa untuk Napoli pada 2015-16.

Dengan 36 gol dalam 35 laga, Higuaín memecahkan rekor gol terbanyak dalam 1 musim di Serie A. Dia jauh meninggalkan saingannya – Dybala di urutan kedua pada daftar pencetak gol dengan 19 gol – dan lebih mematikan di depan gawang daripada pemain manapun sejak format modern Serie A 1929. Sungguh tak bisa dihentikan, Higuaín adalah motor di balik serangan Scudetto Napoli. Gabungan kekuatan, presisi dan pergerakan cerdas membantu pemain Argentina ini ke pencapaiannya yang mengagumkan. Dia mencetak segala jenis gol: jarak dekat dan jarak jauh, sundulan, penyelesaian akhir dan gol spektakuler yang membuat mulut ternganga.

Jelas pertanyaan yang muncul setelah musim semacam itu dan bagaimana proses kepindahannya adalah apakah dia bisa mengulanginya, kali ini dalam balutan Hitam dan Putih. Ada satu kesamaan dengan musim lalu, ketika Maurizio Sarri tiba di Napoli, dia merasa Higuaín terlalu malas dan hanya bermain untuk 70% dari potensinya. Higuaín diberikan program diet agar menjadi mesin pencetak gol yang kurus dan haus.

Laga pertama Higuaín dalam seragam Juventus melawan West Ham memunculkan pertanyaan serupa mengenai fisiknya. Mantan pemain timnas Kroasia Robert Prosinečki bahkan sampai sedemikian jauh melabeli Higuaín seekor babi.Higuaín tampil dari bangku cadangan dengan impak minimal di London dan demikian juga sebagai pemain inti melawan Espanyol di mana Juve imbang 2-2, namun Higuaín cuma sekedar pemain biasa.

Saat dimintai komentarnya soal kondisi pemain termahalnya, Allegri menjawab diplomatis. “Dia dan mereka yang memulai latihan pra-musim kemudian akan memerlukan waktu untuk berada pada level yang sama.”

Higuaín dipercaya berada dalam kontrol ahli nutrisi Matteo Pincella untuk mencapai kondisi puncak. Kabar dari Vinovo menunjukkan Pipita sedang berada dalam jalur yang tepat, hal yang ditandaskan Allegri pada konferensi pers sebelum laga melawan Fiorentina: “Dia berkembang pesat selama minggu lalu.”

Higuaín juga telah membuka rekeningnya pada Rabu dalam laga tahunan keluarga Bianconeri di Villar Perosa; dan juga gol pertamanya untuk Juventus di Serie A pada laga melawan Fiorentina. Juventus akan bergantung pada gol-golnya untuk mengamankan rekor Scudetto beruntun keenam dan melaju lebih jauh di Liga Champions. Kejayaan Eropa menjadi prioritas tinggi dalam agenda Si Nyonya Tua.

Tantangan berikut sang penyerang adalah untuk menyatu dalam formasi Juventus. Hal yang tak diinginkan I bianconeri adalah insiden seperti ledakan emosi saat melawan Udinese musim lalu, di mana Higuaín dihukum 3 laga dan harapan Scudetto Napoli punah.

Higuaín juga perlu menjadi padu dengan Dybala. Di atas kertas merekalah kombinasi serangan yang diharapkan. Namun dari masanya di Real Madrid hingga Napoli dan di level internasional, dia biasanya bermain dalam formasi trisula. Di Juventus mungkin akan sedikit berbeda, namun dia bergabung bersama tim terbaik Serie A.

Juve memiliki amunisi untuk berubah formasi, namun formasi dasar Allegri diharapkan berupa 3-5-2 yang lazim sekarang. Bukannya dia akan kekurangan servis di Turin, dengan adanya Dybala, Pjanić, Marchisio, Dani Alves dan Alex Sandro di lapangan, dukungan itu tersedia.

Terkenal akan peluang yang disia-siakannya pada laga besar – terlintas peluang penentu di final Piala Dunia 2014 dan Copa America Centenario Juli lalu – tak diragukan lagi setelah menghabiskan uang sebanyak itu, Juventus mengharapkan imbalan. Bagaimana caranya, dapatkah Allegri mengeluarkan kemampuan terbaik Higuaín?

Rafa Benitez tak pernah dapat melakukannya dalam 2 musimnya di Napoli. Tapi perbedaannya sangat kontras dengan masanya di bawah Sarri. Mantan pelatih Empoli merasa
Higuaín adalah orang yang sensitif. “Seorang juara dengan kemampuan seperti dia terkadang cuma perlu merasa dekat dengan orang-orang di sekelilingnya.” Terkenal akan pendekatan personalnya, Allegri akan berharap dia juga dapat memainkan nada yang tepat.

Jika demikian, Juventus akan mendapati dirinya memiliki salah satu penyerang sepakbola paling mematikan. Seorang pemain dengan ketrampilan mencetak gol yang mereka harapkan bisa membawa mereka jauh musim ini.

Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel berbahasa Inggris di football-italia.net

No comments: