"I’m Buffon, and that is who I want to be till the last minute. And when I’m not myself anymore, I’ll go."@gianluigibuffon speaks with @3gerardpique about what's next. https://t.co/Gmofx8aDb6— The Players' Tribune (@PlayersTribune) May 16, 2018
Gerard Piqué
Gigi, terima kasih sudah bersedia bertemu denganku di tempat latihan ini di Turin. Aku banyak membaca kabar soal Anda. Yang aku baca kedua orang tua dan saudari-saudarimu semuanya atlet juga?
Gianluigi Buffon
Ya. Aku berasal dari keluarga atlet. Aku selalu tahu olahraga adalah masa depanku, dari sejak kecil. Mama dan Papa keduanya atlet tingkat nasional. Kedua saudariku bermain bola voli di divisi satu. Salah satunya bahkan memenangkan Liga Champions bola voli, tidak seperti aku. Aku satu-satunya yang tersisa. Sebagai anak bungsu dalam sebuah keluarga atlet profesional terkenal, aku ingin membuktikan kemampuanku dan menunjukkan kepada mereka aku juga bisa melakukannya. Aku beruntung bisa masuk ke dalam sepak bola dan menjadi seorang kiper.
Piqué
Apa memori sepak bola pertama Anda semasa kecil?
Buffon
Memori pertamaku? Aku pikir saat aku berusia 4 tahun, Piala Dunia 1982 yang dimenangkan Italia.
Gigi, terima kasih sudah bersedia bertemu denganku di tempat latihan ini di Turin. Aku banyak membaca kabar soal Anda. Yang aku baca kedua orang tua dan saudari-saudarimu semuanya atlet juga?
Gianluigi Buffon
Ya. Aku berasal dari keluarga atlet. Aku selalu tahu olahraga adalah masa depanku, dari sejak kecil. Mama dan Papa keduanya atlet tingkat nasional. Kedua saudariku bermain bola voli di divisi satu. Salah satunya bahkan memenangkan Liga Champions bola voli, tidak seperti aku. Aku satu-satunya yang tersisa. Sebagai anak bungsu dalam sebuah keluarga atlet profesional terkenal, aku ingin membuktikan kemampuanku dan menunjukkan kepada mereka aku juga bisa melakukannya. Aku beruntung bisa masuk ke dalam sepak bola dan menjadi seorang kiper.
Piqué
Apa memori sepak bola pertama Anda semasa kecil?
Buffon
Memori pertamaku? Aku pikir saat aku berusia 4 tahun, Piala Dunia 1982 yang dimenangkan Italia.
Piqué
Aku bahkan belum lahir!
Aku bahkan belum lahir!
Buffon
Aku masih terlalu kecil untuk memahami Piala Dunia, namun aku ingat melihat para orang dewasa berkumpul di depan televisi, dengan penuh semangat bersorak untuk Italia. Aku sedang bermain sepak bola di luar dan menyadari bahwa aku menikmati bermain bola. Aku habiskan sore bermain sepak bola dan mendengarkan mereka berteriak dalam kegembiraan atau dalam keputusasaan bersama tim nasional.
Piqué
Anda memulai karier di Parma, memainkan laga pertamamu di usia 17 melawan Milan, dan tidak kebobolan 1 gol pun.
Buffon
Ya.
Piqué
Impian seorang kiper.
Buffon
Ya.
Piqué
Bagaimana rasanya menjadi begitu muda dan bermain dalam tim inti buat tim penting semacam Parma, salah satu tim terbaik di Italia pada saat itu?
Buffon
Pada pertengahan 90an, selama sekitar 10 tahun, Parma adalah salah satu yang terbaik di Eropa. Dalam 10 tahun mereka memenangkan Piala UEFA 2 kali. Piala Italia 1 kali dan Piala Super UEFA 1 kali. Itu merupakan sebuah tim dengan level tertinggi. Itu adalah sebuah laga penting. Kami sedang memimpin klasemen liga, sama poin dengan Milan, yang memiliki beberapa pemain juara hebat: Baggio, Weah, Savićević, Maldini. Aku baru saja berusia 17 dan harus bermain. Pada paginya aku diberitahu aku akan bermain dan aku bangga untuk mengatakan bahwa aku tidak takut. Aku ingat pada saat itu aku sangat senang karena inilah kesempatanku untuk menunjukkan kepada dunia siapa Buffon, dan dia adalah kiper bagus. Aku ingat kegembiraan mengalahkan ketakutan sebelum sebuah laga krusial.
Piqué
Lalu di usia 19 Anda bermain untuk tim nasional Italia. Anda pergi ke Rusia.
Buffon
Itu merupakan kali kelima atau keenam pelatih Maldini memilihku, namun aku belum bermain sebelumnya, karena para kiper lain, seperti Peruzzi atau Pagliuca lebih pantas bermain. Itu adalah laga kualifikasi untuk Piala Dunia di Prancis. Kami bermain melawan Rusia di Moskow. Pada 25', Pagliuca mendapat benturan di lutut dan dia minta ditarik keluar. Aku adalah seorang bocah yang antusias. Aku tak takut pada apapun. Namun ketika aku melihat bahwa aku dimainkan, aku tak begitu gembira karena lapangan tertutup salju. Itu merupakan sebuah laga penting yang mana dapat membuat Italia lolos. Aku mulai pemanasan dan dimainkan dalam 2 menit. Begitu berada dalam lapangan aku berkonsentrasi penuh. Ketakutan meninggalkanku, dan aku berkonsentrasi penuh selama 1 jam. Lima menit setelah aku masuk, Rusia punya sebuah peluang emas untuk mencetak gol, dan aku melakukan penyelamatan hebat ke sisi kiriku, yang sungguh membantu aku masuk ke dalam laga.
Piqué
Anda akan masuk dalam sejarah sebagai pemain yang telah bermain dalam 5 Piala Dunia. Hanya 3 orang yang telah melakukannya: Anda, Matthäus dan… ya, seorang pemain Meksiko.
Buffon
Seorang kiper Meksiko.
Piqué
Bagaimana perasaan Anda?
Buffon
Bagus. Bangga. Ini merupakan sebuah jangka panjang. Banyak yang dibutuhkan untuk terus menggoreskan catatan.
Piqué
Apakah banyak usaha yang dibutuhkan?
Buffon
Anda perlu talenta, tapi juga usaha, untuk mampu menderita seperti yang terkadang Anda alami. Hal itu memuaskan, sebab hanya sedikit dari kami yang telah bermain dalam 5 Piala Dunia. Adalah hebat memainkan 2 Piala Dunia di Eropa, 1 di Asia, 1 di Afrika dan 1 di Amerika.
Piqué
Aku tak menyadarinya!
Buffon
Aku telah bermain pada setiap benua. Akan jadi spesial untuk bermain di Piala Dunia keenam, tapi kadang Anda harus berpuas diri. Aku tidak memiliki keperkasaan untuk bermain dalam Piala Dunia keenam.
Piqué
Dalam masa Anda bermain bagi Italia, menjuarai Piala Dunia di Jerman pada 2006 pastinya yang terbaik. Apa yang Anda kenang akan hal itu? Bagaimana perasaan Anda?
Buffon
Cara kami mengalami final Piala Dunia di Jerman adalah spesial bagi orang Italia, terlepas dari kemenangannya. Ada banyak imigran Italia yang membuat kami merasa seperti bermain di kandang. Aku ingat ada banyak kebahagiaan, pesta, dukungan emosional. Kami tak pernah merasa sendiri. Aku memiliki 2 memori indah, semifinal melawan Jerman di Dortmund.
Piqué
2–0.
Buffon
Dua–kosong, tapi salah satu momen paling menegangkan dalam hidupku. Ketika aku memikirkannya, aku merasa buruk. Bagaimana bisa seseorang mampu menahan tensi dan emosi semacam itu? Melawan Jerman mengerikan. Lalu menang 2–0 di babak ekstra. Saat kami kembali ke hotel jam 5 pagi ada 10 ribu orang menantikan kami.
Piqué
Luar biasa.
Buffon
Hal spesialnya ialah bahwa setelah mengalahkan Jerman kami tenang, seperti kami telah memenangkan Piala Dunia. Sungguh gila.
Piqué
Tak mudah masuk ke final dan merayakan walaupun Anda telah memenangkan Piala Dunia. Ya, itu yang terburuk!
Aku masih terlalu kecil untuk memahami Piala Dunia, namun aku ingat melihat para orang dewasa berkumpul di depan televisi, dengan penuh semangat bersorak untuk Italia. Aku sedang bermain sepak bola di luar dan menyadari bahwa aku menikmati bermain bola. Aku habiskan sore bermain sepak bola dan mendengarkan mereka berteriak dalam kegembiraan atau dalam keputusasaan bersama tim nasional.
Piqué
Anda memulai karier di Parma, memainkan laga pertamamu di usia 17 melawan Milan, dan tidak kebobolan 1 gol pun.
Buffon
Ya.
Piqué
Impian seorang kiper.
Buffon
Ya.
Piqué
Bagaimana rasanya menjadi begitu muda dan bermain dalam tim inti buat tim penting semacam Parma, salah satu tim terbaik di Italia pada saat itu?
Buffon
Pada pertengahan 90an, selama sekitar 10 tahun, Parma adalah salah satu yang terbaik di Eropa. Dalam 10 tahun mereka memenangkan Piala UEFA 2 kali. Piala Italia 1 kali dan Piala Super UEFA 1 kali. Itu merupakan sebuah tim dengan level tertinggi. Itu adalah sebuah laga penting. Kami sedang memimpin klasemen liga, sama poin dengan Milan, yang memiliki beberapa pemain juara hebat: Baggio, Weah, Savićević, Maldini. Aku baru saja berusia 17 dan harus bermain. Pada paginya aku diberitahu aku akan bermain dan aku bangga untuk mengatakan bahwa aku tidak takut. Aku ingat pada saat itu aku sangat senang karena inilah kesempatanku untuk menunjukkan kepada dunia siapa Buffon, dan dia adalah kiper bagus. Aku ingat kegembiraan mengalahkan ketakutan sebelum sebuah laga krusial.
Piqué
Lalu di usia 19 Anda bermain untuk tim nasional Italia. Anda pergi ke Rusia.
Buffon
Itu merupakan kali kelima atau keenam pelatih Maldini memilihku, namun aku belum bermain sebelumnya, karena para kiper lain, seperti Peruzzi atau Pagliuca lebih pantas bermain. Itu adalah laga kualifikasi untuk Piala Dunia di Prancis. Kami bermain melawan Rusia di Moskow. Pada 25', Pagliuca mendapat benturan di lutut dan dia minta ditarik keluar. Aku adalah seorang bocah yang antusias. Aku tak takut pada apapun. Namun ketika aku melihat bahwa aku dimainkan, aku tak begitu gembira karena lapangan tertutup salju. Itu merupakan sebuah laga penting yang mana dapat membuat Italia lolos. Aku mulai pemanasan dan dimainkan dalam 2 menit. Begitu berada dalam lapangan aku berkonsentrasi penuh. Ketakutan meninggalkanku, dan aku berkonsentrasi penuh selama 1 jam. Lima menit setelah aku masuk, Rusia punya sebuah peluang emas untuk mencetak gol, dan aku melakukan penyelamatan hebat ke sisi kiriku, yang sungguh membantu aku masuk ke dalam laga.
Piqué
Anda akan masuk dalam sejarah sebagai pemain yang telah bermain dalam 5 Piala Dunia. Hanya 3 orang yang telah melakukannya: Anda, Matthäus dan… ya, seorang pemain Meksiko.
Buffon
Seorang kiper Meksiko.
Piqué
Bagaimana perasaan Anda?
Buffon
Bagus. Bangga. Ini merupakan sebuah jangka panjang. Banyak yang dibutuhkan untuk terus menggoreskan catatan.
Piqué
Apakah banyak usaha yang dibutuhkan?
Buffon
Anda perlu talenta, tapi juga usaha, untuk mampu menderita seperti yang terkadang Anda alami. Hal itu memuaskan, sebab hanya sedikit dari kami yang telah bermain dalam 5 Piala Dunia. Adalah hebat memainkan 2 Piala Dunia di Eropa, 1 di Asia, 1 di Afrika dan 1 di Amerika.
Piqué
Aku tak menyadarinya!
Buffon
Aku telah bermain pada setiap benua. Akan jadi spesial untuk bermain di Piala Dunia keenam, tapi kadang Anda harus berpuas diri. Aku tidak memiliki keperkasaan untuk bermain dalam Piala Dunia keenam.
Piqué
Dalam masa Anda bermain bagi Italia, menjuarai Piala Dunia di Jerman pada 2006 pastinya yang terbaik. Apa yang Anda kenang akan hal itu? Bagaimana perasaan Anda?
Buffon
Cara kami mengalami final Piala Dunia di Jerman adalah spesial bagi orang Italia, terlepas dari kemenangannya. Ada banyak imigran Italia yang membuat kami merasa seperti bermain di kandang. Aku ingat ada banyak kebahagiaan, pesta, dukungan emosional. Kami tak pernah merasa sendiri. Aku memiliki 2 memori indah, semifinal melawan Jerman di Dortmund.
Piqué
2–0.
Buffon
Dua–kosong, tapi salah satu momen paling menegangkan dalam hidupku. Ketika aku memikirkannya, aku merasa buruk. Bagaimana bisa seseorang mampu menahan tensi dan emosi semacam itu? Melawan Jerman mengerikan. Lalu menang 2–0 di babak ekstra. Saat kami kembali ke hotel jam 5 pagi ada 10 ribu orang menantikan kami.
Piqué
Luar biasa.
Buffon
Hal spesialnya ialah bahwa setelah mengalahkan Jerman kami tenang, seperti kami telah memenangkan Piala Dunia. Sungguh gila.
Piqué
Tak mudah masuk ke final dan merayakan walaupun Anda telah memenangkan Piala Dunia. Ya, itu yang terburuk!
Buffon
Itu gila. Dua belas tahun kemudian aku melihat Prancis dan bisa mengerti seberapa kuat mereka dulu. Kami berpikir kami telah menang, namun kami harus bermain melawan sebuah tim yang sungguh kuat. Sebuah tim yang membuat Anda berpikir Anda bisa mengalahkan mereka memberikanmu antusiasme, kekuatan untuk mengalahkan siapapun lawan. Kami sedang dalam rentetan. Kami tak takut siapapun dan berpikir kami bisa mengalahkan siapapun. Mengejutkan, aku sedikit gugup untuk final melawan Prancis. Aku tidur 6 atau 7 jam sebelum laga melawan Jerman, dan hanya 2 jam sebelum melawan Prancis. Aku ingat kegelisahan itu, oleh karena emosi kuat yang sulit diresapi, sehingga sulit untuk beristirahat. hal itu tak mudah. Aku mengingat dengan jelas bahwa setelah kami juara, kami tak mampu merasa senang — sebab kami telah mencurahkan begitu banyak energi dan emosi pada altar pengorbanan, begitu kira-kira. Kegembiraan menjuarai Piala Dunia datang lama setelah kemenangan kami.
Piqué
Lalu ada Piala Dunia Afrika Selatan 2010 dan Brasil 2014, di mana Italia tidak bermain baik, dan Anda tidak lolos ke Piala Dunia 2018. Apakah Anda berpikir bahwa calcio, sepak bola Italia, perlu menilai kembali dan mencari solusi baru untuk kembali ke puncak?
Buffon
Aku pikir… ada yang salah. Aku tak percaya Italia tak lagi menghasilkan talenta seperti dulu. Saat aku bergabung dengan tim nasional, ada Baggio, Del Piero, Totti, Inzaghi, Montella, Vieri — para pemain hebat dan bertalenta. Dalam 10 tahun terakhir Italia sudah memiliki sebuah tim yang bagus. Kami bukan sebuah tim yang buruk sama sekali, tapi tanpa para pemain bertalenta yang biasa kami miliki, tanpa para pemain berkelas, sulit untuk mencapai hasil, kemenangan. Rasa bangga dan rasa memiliki telah berkembang dalam 10 tahun terakhir. Kami sempat memiliki rekor buruk, tapi kami lolos ke partai final Piala Eropa pada 2012, sebuah penampilan bagus pada 2016. Kebanggaan kami membantu kami melakukan lebih dari yang bisa kami harapkan.
Piqué
Apakah Anda berpikir Serie A, dalam kerangka kompetisi, sedikit di bawah, katakanlah, Liga Primer atau La Liga, dan bahwa Juventus hanya satu-satunya tim di Liga Champions yang mampu menjuarainya?
Buffon
Mungkin. Bisa jadi benar. Namun aku juga berpikir ada tim dan tim nasional, seperti Prancis, yang selalu memiliki pemain di luar negeri. Spanyol juga, mereka selalu memiliki banyak pemain di luar negeri. Masalah kami bukan kompetisi, tapi masalah individual, khususnya bagi para pemain.
Piqué
Kurangnya talenta?
Buffon
Ya. Serie A mungkin lebih rendah levelnya, tapi jika Anda terus menghasilkan pemain-pemain bagus, mereka akan pergi bermain untuk Paris Saint-Germain atau Real Madrid. Tim nasional tetap berada pada level tinggi. Namun, terkecuali Verratti, yang bermain bagi Paris Saint-Germain, kami tak memiliki pemain lain, kecuali yang di Juventus, yang bermain bagi tim hebat di Eropa. Inilah masalahnya.
Piqué
Sebuah titik balik dalam karier Anda, berbicara soal Juventus, adalah saat Anda terdegradasi ke Serie B, tapi Anda memutuskan untuk tinggal bersama klub. Kelihatannya Anda bertahan di Juventus atas dasar cinta. Tapi hal itu juga sebuah resiko besar. Anda bisa saja memilih klub lain dan bersaing untuk memenangkan Liga Champions, namun Anda memilih untuk bertahan dan bermain di Serie B. Bagaimana rasanya bertahan di Serie B? Apakah itu keputusan yang tepat?
Buffon
Saat aku memutuskan untuk bertahan di Serie B aku melakukannya dengan senang hati, sebab aku berpikir ada beberapa orang, beberapa pemain, yang memiliki kesempatan untuk memberikan olahraga ini suatu harapan melalui keputusan mereka, untuk publik, untuk fans. Itulah saatnya ketika seseorang seperti aku perlu mengirimkan sebuah pesan: bahwa para pemain memiliki perasaan juga dan ada hal yang lebih penting daripada popularitas dan uang dalam hidup. Aku akan melakukannya lagi. Lalu kami menjuarai Serie B. Itu merupakan tahun yang menyenangkan. Dan setelah 2 tahun yang bagus dengan finis di peringkat ke-2 atau ke-3, datanglah 2 atau 3 tahun yang sangat buruk, ketika Juventus tak dapat dikenali lagi. Kami kehilangan spirit, identitas dan etos kerja kami. Beberapa tahun kami finis di posisi ke-6 atau ke-7, dan aku berkata pada diriku, “Mengapa aku sampai memilih ini?” Tapi aku katakan diam-diam, sebab aku biasanya pribadi yang positif, seorang optimis. Aku yakin bahwa kerja keras dan sikap baik selalu berhasil. Aku selalu mengatakan demikian. Enam tahun kemudian, saat aku kembali mengenakan perisai Scudetto, aku sangat bahagia. Ini adalah pilihan sulit. Enam tahun yang sangat sulit. Ketika Anda terbiasa menang… lalu enam tahun tak bermain banyak dalam Liga Champions. Aku tak bermain banyak di kompetisi Eropa. Dengan sedikit usaha, kami berhasil bangkit.
Piqué
Apakah Anda pernah berpikir soal hengkang dalam 6 tahun tersebut? Adalah mengejutkan bahwa dalam 23 tahun karier Anda, Anda hanya bermain untuk 2 tim, dan keduanya di Italia. Tidakkah Anda berpikir tentang bermain di luar negeri?
Buffon
Aku akan senang melakukannya karena aku senang berada di sekitar orang-orang yang berbeda, cara hidup yang berbeda, cara berpikir yang berbeda. Kedengarannya menarik. Tapi jauh di dalam hati aku merasa sangat Italia. Aku tahu Italia punya batasannya, tapi dunia yang aku tahu membuatku tersenyum dan aku menyukainya. Seperti sebuah figur dalam olahraga, aku tidak dan masih tak ingin meninggalkan Italia selama aku tak terpaksa.
Piqué
Anda telah bermain secara profesional selama 23 tahun. Sepak bola telah banyak berubah, dan sebagai seorang kiper Anda telah melihat bagaimana para kiper sekrang bermain lebih banyak menggunakan kaki mereka. Anda telah melihat transisi ini, para kiper makin sering menggunakan kaki mereka, namun Anda tak terlalu membutuhkannya.
Buffon
Itu adalah sebuah perubahan yang bagus bagiku, sebuah perubahan baru, karena sepak bola telah berkembang. Itu lebih menarik dan lebih sedikit waktu yang terbuang. Aku juga berpikir bahwa, secara pribadi, hal itu telah membuatku berkembang, karena semua kiper harus bermain lebih banyak dengan kaki mereka dan bermain secara berbeda. Anda harus mampu menendang dan bergerak keluar. Ini adalah pekerjaan yang lebih rumit daripada sebelumnya. Ini lebih baik bagiku, karena aku berusia 40 tahun dan masih bermain, karena aku suka berkompetisi dan berkembang.
Piqué
Beberapa bulan lalu, Anda mengatakan ini mungkin menjadi tahun terakhir Anda. Tapi aku telah berbicara kepada Chiellini, dan dia memberitahu aku bahwa Buffon masih belum selesai. Apakah ada berita soal ini? Apakah aku melewatkan sesuatu? Akankah kami melihat Buffon untuk 2 tahun lagi?
Buffon
Tiada kejutan. Aku pikir bahwa pada usiaku Anda harus mengevaluasi situasi tiap bulan, tiap minggu, tiap saat. Karena adalah penting bagi atlet seperti Anda dan aku, yang selalu bermain pada kondisi puncak, untuk melakukan yang terbaik, berjibaku untuk menjadi yang terbaik, untuk tetap bertahan di puncak. Anda harus sehat secara jasmani, karena Anda tak ingin hasil buruk demi martabat Anda. Aku adalah Buffon, dan aku ingin menjadi dia hingga menit pamungkas. Dan ketika aku bukan diriku lagi, aku akan pergi. Dalam beberapa bulan, aku akan bertemu dengan presiden dan kami akan mengevaluasi situasi dengan tenang. Aku sangat bahagia saat ini. Aku bermain dengan senang, sebab aku mencintai atmosfirnya — aku bersama teman-temanku dan aku tahu aku bisa membantu di dalam lapangan. Hari di mana aku tak bisa, tak masalah. Lagi pula aku sudah memiliki sebuah karier yang hebat.
Piqué
Apakah Anda takut akan pensiun? Anda telah menjadi seorang profesional lebih lama daripada saat Anda bukan seorang profesional. Apakah Anda takut akan pensiun, meninggalkan sepak bola dan memulai sebuah kehidupan baru yang asing bagi Anda?
Buffon
Aku berbohong jika aku bilang aku tak takut. Tapi jauh di dalam hati aku merasa tenang dan dalam damai karena aku tahu aku penasaran secara alami. Dan hari aku berhenti bermain sepak bola aku akan menemukan sebuah jalan agar tak merasa bosan dan aku akan tetap sibuk. Bagaimanapun juga, para pemain seperti kami, yang telah menjalani laga dengan intens, harus menjaga pikirannya tetap terisi dan memiliki alasan untuk bangkit, sesuatu untuk diperjuangkan. Aku tak akan merasa bosan atau merindukan berada dalam pandangan publik. Satu-satunya masalah adalah bahwa hidupku telah teratur bagiku selama 23 tahun. Setiap pagi Anda diberikan jadwal. Namun ketika Anda memiliki 24 jam di depan Anda tanpa suatu hal untuk dilakukan, hal itu bisa menjadi sebuah masalah.
Piqué
Akankah Anda tetap dalam profesi? Adakah sebuah peran yang ingin Anda ambil saat Anda pensiun?
Buffon
Aku ingin mengambil kursus untuk menjadi direktur, manajer, atau pelatih, dan lalu memilih sebuah opsi tanpa terburu-buru.
Piqué
Terakhir, Anda bilang sepak bola telah membuat Anda menjadi orang yang lebih baik. Akan jadi apakah Anda jika bukan pesepak bola?
Buffon
Aku pastinya akan menjadi orang yang lebih buruk. Aku mungkin akan menjadi guru olahraga, seperti orang tuaku. Aku saat itu sedang menuju arah itu. Aku selalu suka olahraga dan berada di sekitar anak-anak, tapi sepak bola telah membuat aku menjadi orang yang lebih baik sebab aku selalu berpikir tim lebih penting. Adalah menyenangkan menjadi bagian dari tim dan berbagi kemenangan dan kekalahan. Hal itu membuat Anda kurang egois. Aku menemukan hal itu sungguh indah. Menjadi lebih altruistik dan berbagi bersama yang lain adalah hal terbaik dalam hidup. Menjadi populer memiliki hal positif dan negatif. Negatif seperti saat Anda melakukan hal yang salah, dan itu dibesar-besarkan di TV dan koran. Konsekuensi dari hal tersebut membuatmu berpikir dan berkata pada dirimu sendiri bahwa Anda tak pantas untuk menderita dari hasil ini. “Aku mesti berusaha untuk tak memprovokasi mereka, bersikap lebih baik dan menjadi pribadi yang lebih baik.” Tahun-tahun membingungkan ini dengan begitu banyak masalah telah membantu aku berkembang.
Piqué
Sebagai seorang pemain, aku tahu sepak bola lebih baik dengan Anda di dalamnya. Senang berada dan berbincang dengan Anda hari ini di sini. Apakah Anda tahu bahwa saat aku berusia 21 tahun aku harus memilih antara Barça dan Juventus? Aku bisa saja berbagi ruang ganti bersama Anda.
Buffon
Benarkah?
Piqué
Ya. Terima kasih banyak.
Buffon
Terima kasih.
Benarkah?
Piqué
Ya. Terima kasih banyak.
Buffon
Terima kasih.
Wawancara ini diterjemahkan dari artikel berbahasa Inggris dari The Player's Tribune
No comments:
Post a Comment