Pages

Friday, February 17, 2017

Sacchi: “Barca Mati, Juve Maju”


“Sang Raja Barcelona sudah mati,” ungkap Arrigo Sacchi pada La Gazzetta dello Sport. “Ada raja lain yang terus menerapkan peraturannya, Real Madrid, namun juga ada ruang untuk pendatang baru menyelip ke atas tahta.”

“Saya melihat Juventus sangat cocok untuk peran itu. Mereka terus membaik dan, pada saatnya, merupakan favorit bersama Real Madrid untuk meraih piala.”

“Selama beberapa saat, Barcelona tidak menjadi Barcelona yang lama. Di La Liga mereka juga mengalahkan klub lemah dengan mudah, namun kesulitan melawan klub kuat. Anda tidak lagi melihat agresivitas, organisasi dan rasa lapar dari tim yang sangat kita kagumi.”

“Tim Katalan mendominasi selama 10 tahun, menerapkan gaya bermain yang pada saat itu sungguh menakjubkan. Mereka memberi pelajaran sepakbola kepada seluruh dunia.”

“Kini mereka menemui jalan buntu dan bahkan Leo Messi tak bisa melewati beberapa pemain lagi, karena seluruh mesin tim mogok.”

“Saya selalu katakan bahwa untuk sukses Anda membutuhkan, dalam urutan yang terpenting, klub, sepakbola bagus dan para pemain. Tanpa ide soal sepakbola apa untuk dimainkan, pemain tak akan membawa Anda ke manapun.”

“Juventus adalah klub kuat dengan ide yang jelas. Pelatih mereka Max Allegri cakap, cerdas dan efisien, dengan para pemain yang menginterpretasi instruksi dengan baik.”

“Benar saya dulu mengkritik Allegri, karena saya tahu dia dapat memberi lebih. Dia tidak amat baik dalam hal menghibur sebelumnya dan sangat hati-hati. Dia melakukan hal dasar minimal, sebuah gol dan lalu tutup rapat.”

“Kini timnya mencari lebih banyak gol dan agresif. Anda juga bisa lihat ada langkah maju dalam hal kualitas. Contohnya, Gonzalo Higuain adalah penyerang tengah luar biasa, namun tak pernah menjadi pemimpin. Di Juve, berkat kerja yang dilakukan oleh Allegri dan para direktur, telah menjadi referensi bagi rekan setimnya.”

“Skuad Juve ini punya segalanya untuk melaju di Liga Champions. Hal penting adalah bahwa mereka bermain dengan riang dan keluar hanya dengan hasrat untuk sepakbola.”

Bayern Munchen juga merupakan penantang setelah menggilas Arsenal 5-1 dan pelatih mereka adalah Carlo Ancelotti.

“Saya banyak berbicara dengan Carletto baru-baru ini. Saya bilang padanya ini adalah musim yang aneh di mana apapun dapat terjadi. Saat seorang Raja mangkat, tahta pun kosong.”

“Saya tak akan taruh Bayern pada level yang sama dengan Juventus dan Real Madrid karena mereka kurang motivasi garang. Di Juve, contohnya, ada pemain yang tahu bahwa ini adalah kesempatan terakhir mereka untuk memenangkan piala dan akan memberikan hati dan jiwa demi meraihnya.”

“Pemain Bayern kelihatannya tak semuanya seantusias itu. Tapi ingat, apabila ada pelatih yang dapat memantik mereka kembali, dia adalah Carletto. Dia punya cara fenomenal untuk berbicara dan berkomunikasi dengan pemainnya.”

Artikel ini diterjemahkan dari artikel berbahasa Inggris di football-italia.net

No comments: